BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Beredarnya informasi jahe merah dapat menangkal Virus Corona berimbas pada kenaikan harga. Bahkan, harga jahe merah di pasar Tradisioanl Mimbaan Situbondo mengalami kenaikan dari Rp 35 Ribu perkilogram menjadi Rp 100 ribu perkilogram.
Hal itu dibenarkan oleh Kiki Nursafiatin. Menurutnya harga komuditas rempah jamu itu, naik sejak dua pekan terakhir. Tidak hanya naik, barangnya pun kini mulai susah untuk dicari. “Jika pelanggan ingin membeli jahe merah, harus mebayar terlebih dahulu, baru keesokan harinya bisa diambil,” ujar wanita berjilbab itu, Kamis (12/03/2020).
Kata dia, cara ini dilakukan karena harga empon-empon itu naik hingga empat kali lipat. Dia takut jika harus membeli dalam jumlah banyak. Sebab, jahe merah tidak tahan lama. “Kalau membeli stok banyak dalam harga mahal saat ini, saya rugi,” ujar wanita yang akrab disapa Kiki itu.
Kiki menjelaskan, meski harga melambung tinggi, namun pembelian jahe merah tidak berkurang. Dalam sehari, dirinya telah menerima pesanan tujuh kilogram dari pelanggan setianya. “Semua adalah penjual jamu di daerah Situbondo,” pungkasnya.
Dikonformasi secara terpisah, Siti, penjual jamu di wilayah Kecamatan Panji mengaku, omset jamu miliknya naik drastis. Terutama rempah-rempah terbuat dari jahe merah. “Karena harga jahe merah mengalami kenaikan, otomatis harga jamu saya mengalami kenaikan juga. Dari Rp 2.500 per gelas, kini sudah Rp 3.000 per gelas,” uajrnya.
Meski mengalami kenaikan harga. Namun, tidak ada protes dari pelanggannya. Sebab, Siti tetap mengutamakan kualitas jamu tradisional miliknya. “Tidak ada pengurangan resep di jamu saya. Makanya para pelanggan tidak ada yang komplain,” pungkasnya.
Tanaman empon-empon seperti jahe, kunyit, dan temulawak bisa bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Bahan-bahan tersebut terbukti dapat meningkatkan imunitas pada tubuh. Jika tubuh sehat, maka segala macam penyakit atau virus yang masuk ke tubuh bisa tentu sulit. (dra/usy)














