BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Lebih dari lima ribu hektare area persawahan di Situbondo memiliki ketersediaan air melimpah. Sebab itu, petani bisa menanam padi tiga kali setahun.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Situbondo, Sentot Sugiyono menjelaskan, ada lima ribu hektar luas lahan yang mampu ditanam padi selama tiga kali dalam waktu 12 bulan. Sebab, memiliki sumber air yang terus mengalir. “Tidak menggantungkan pada curah hujan atau suplay bendungan,” beber pria yang akrab disapa Sentot, Minggu (25/10/2020).
Kata dia, lahan produktif itu berada di beberapa kecamatan di Kota Santri. Terbanyak di Kecamatan Kapongan dan Arjasa. “Ada juga di Kecamatan Panarukan dan Besuki,” imbuhnya.
Menurut Sentot, kebutuhan pupuk di lahan persawahan ini cukup tinggi. Hampir setiap saat butuh pupuk untuk kesuburan tanamannya. “Lahan seperti ini perlu diselamatkan. Tidak boleh kekurangan pupuk,” jelasnya.
Hal itu tidak sebanding dengan suplay pupuk subsidi dari pemerintah pusat. Sebab, pengurangan kuota pupuk sangat terasa di kalangan petani. Seperti yang diketahui, tahun ini distribusi pupuk subsidi lebih kecil dari kebutuhan. Yaitu dapat jatah 29 ribu ton. Padahal, kebutuhan riil mecapai 41 ribu ton.
Belum lama ini, ada tambahan sebesar 5.600 ton untuk pupuk urea dari pemerintah pusat. Akan tetapi, pemerintah daerah masih mengajukan tambahan sebanyak 9.300 ton. “Kalau musim hujan maju, pada Bulan Desember petani sudah butuh banyak pupuk. Makanya, kita tetap mengajukan tambahan lagi sebanyak 3.000 ton agar bisa mencukupi sampai Desember,” pungkas Sentot. (dra/usy)








