Yoyok Pertahankan RAPBD Alm Bupati Dadang

BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Plt Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi masih belum berkenan untuk menandatangani rekomendasi anggaran di Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran (KUA PPAS) APBD. Alasannya banyak berubah dari RAPBD yang telah disusun oleh Alm Bupati Dadang Wigiarto.

Pria yang akrab disapa Jhi yoyok itu menambahkan, sebelum Bupati Dadang meninggal dunia, sempat menelepon dirinya. Ia menginginkan agar RAPBD tetap dipertahankan. “Pak Bupati Dadang telfon saya sebelum meninggal, ia meminta tetap dipertahankan. Sedangkan saat ini banyak sekali yang melenceng,” jelas Yoyok, Selasa (22/12/2020).

Kata dia, saat ini RAPBD di kepemimpinan Dadang-Yoyok banyak mengalami perubahan. Diduga kuat itu terjadi menjelang pergantian kepemimpinan. Tapi sayang, Jhi Yoyok enggan untuk merincinya. “Banyak sekali perubahan, nanti saya sampaikan ketika di DPRD,” bebernya.

Meski banyak perubahan RAPBD, secara pribadi Yoyok setuju jika insentif guru ngaji mengalami kenaikan. Tapi, sumber keuangan harus jelas. Sebab, jika ada kenaikan harus ada yang dikurangi. “Tapi (kalau insetif guru ngaji dinaikkan), ngambil uangnya dari mana. Yang dikurangi yang mana?,” beber Yoyok.

Yoyok juga heran mengapa pembahasan APBD induk 2021 digenjot paska pemilihan bupati. Padahal, seharusnya pembahasan ini sudah tuntas pada bulan November lalu. Ia menduga, ada segelintir anggota di DPRD yang sengaja menunda dan setelah pilkada baru dibahas. “Kalau berbicara terlambat ya terlambat. Harusnya APBD disahkan November saat bupati masih hidup dan saya cuti,” tutupnya. (dra/usy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed