BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Aktifitas belajar tatap muka sudah lama tak digelar akibat pandemi Covid 19. Sejumlah sekolah diinformasikan tidak lagi terawat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo, Ahmad Junaidi angkat bicara terkait informasi ini.
Kata dia, keadaan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD) seharusnya terawat dengan bersih. Sebab, dirinya telah mengeluarkan surat edaran, jika para guru tetap masuk ke sekolah. “Meski tak ada tatap muka, guru tetap masuk ke sekolah,” bebernya, Minggu (27/12/2020).
Pria yang akrab disapa Junaidi itu mengatakan, telah menginstruksikan kepada seluruh sekolah untuk tetap menjaga kebersihan gedung. Surat edaran itu telah disebar ke sekolah sekolah di Kota Santri. “Kita akan tekankan lagi, agar lebih diperhatikan oleh para guru,” jelasnya.
Sandi, salah satu warga Situbondo mengaku menemukan ada beberapa sekolah yang gedungnya kurang terawat. Seperti rumput liar tumbuh tinggi, dan beberapa cat terkelupas. “Saya temukan di daerah jauh dari kota. Seperti di wilayah barat,” bebernya.
Ia menghawatirkan, jika gedung sekolah tidak terawat itu bisa mengakibatkan robohnya sekolah. Sebab, tatap muka belajar masih belum dipastikan kapan akan digelar kembali. “Kalau sampai bangunan itu roboh perlu renovasi dengan biaya besar lagi,” ucapnya.
Dia berharap ada perhatian dari pemerintah daerah. Misalnya dengan menerjunkan tim monitoring ke sejumlah sekolah. “Harus mengawasi dan melihat langsung ke bawah, agar tahu kondisi realnya seperti apa,” tutup Sandi. (dra/usy)











