BUMIAKTUAL-Penyebutan Asmuri Rafi sebagai pencipta lagu ‘Sello’ Soca Mera’ dipertanyakan sejumlah pihak. Mereka menganggap, seniman Kota Santri yang baru saja mendapatkan penghargaan dari Bupati Situbondo tersebut bukanlah pencipta lagu yang sangat populer bagi masyarakat Madura itu.
Di unggahan FB Bumiaktual, sedikitnya dua orang memberikan tanggapan bahwa lagu ‘Sello’ Soca Mera’ diciptakan oleh orang Sumenep bernama Lukman Hariyadi. “Jadi kalau tanya pada orang Sumenep yang lama, semua tahu siapa yang berkarya di lagu ini, dibawakan oleh orkes lagu ‘Remaja’. Lagu ini diciptakan di Sumenep,” terang Rachmat Hidayat.
Rachmat yang merupakan anak dari Lukman Hariyadi menerangkan bahwa lagu ‘Sellok Soca Mera’ dibuat hingga tiga lagu. Sellok Soca Mera 1,2 dan 3. “Lagu itu, lagu saduran dari lagu Keroncong, saya lupa nama lagunya,” terangnya Rachmat kepada Bumiaktual.com.
Diungkapkan, dulu ayahnya seringkali menyadur lagu. Misalnya ketika Rhoma Irama merilis lagu ‘Ke Bina Ria’, L
ukman membuat lagu dengan hanya mengganti syair lagu tersebut ke Bahasa Madura. “Sampai kena teguran langsung dari Rhoma Irama,” papar Rachmat.
Bapak empat anak ini menjelaskan, jika lagu ‘Sellok Soca Mera’ diciptakan sektar tahun 72. Baru setelah itu dibuat albumnya. “ketika lagu itu booming, ayah saya gak pernah mengatakan bahwa lagu itu saya yang menciptakan. Silahkan koroscek saja ke Asmuri Rafi, apa dia punya bukti autentik sebagai pencipta lagu (Sellok Soca Mera) itu?” tandas Rachmat.

Sementara itu, Panakajaya Hidayatullah, dosen di Universitas Jember menarangkan jika rata-rata kaset yang menampilkan ‘Sellok Soca Mera’ semua mencantumkkan nama Asmuri Rafi sebagai penciptanya. “Dari data rekaman yang saya teliti semuanya mencantumkan nama Asmuri Rafi sebagai pencipta lagu. Pelaku Al Badaran juga secara implisit mengatakan bahwa lagu itu dipakai sejak albadar mahajaya, artinya ada pak Asmuri di situ,” imbuhnya.
Panakajaya mengungkapkan, dulu kasus Yus Yunus yang membawa lagu ‘Sapu Tangan Merah’ juga pernah bermasalah di industri. Dan, akhirnya Yus Yunus membayar ka pak Asmuri untuk membayar 500 ribu karena lagunya mirip-mirip.
Panakajaya mengakui jika lagu ‘Selok Soca Mera’ populer di dekade 70 an. Saat itu juga merupakan masa keemasan panggung Albadar. “Tapi bisa saja begini, Lagu itu memang jadi lagu bersama yang sering dipakai masyarakat sehingga sulit untuk mencari penciptanya,” kata Panakajaya.
Kata bapak satu anak ini, agak repot menentukan siapa pencipta lagu Sellok Soca Mera yang sudah sangat lawas sekali. Sebab, di jaman itu juga belum ada kesadaran untuk membuatkan hakcipta.
“Saya pernah mendengar versi yang dari rekaman Madura, memang ada perbedaan di liriknya tapi secara musikal sama. Kemungkinan dugaan saya orang jaman dulu belum punya persepsi yang komprehensif mengenai apa itu song writer, apa itu arranger, dan komposer. Jadi semuanya tumpang tindih,” kata Panakajaya. (usi)








