BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Pemkab Situbondo memberlakukan jam malam khusus malam pergantian tahun 2021. Semua aktifitas di Situbondo dibatasi hingga pukul 20.00. Sejumlah pedagang mengaku omzetnya turun hingga 50 persen.
Safari, salah satu pedagang alun alun Situbondo misalnya. Ia mengaku, penjualannya justru laris pada malam hari. Ketika diberlakukan jam malam, ayah dua anak itu mengaku pendapatannya akan turun separo. “Biasanya Rp 400 ribu, setelah ada ini (jam malam) paing Rp 200 ribu sudah banyak,” jelasnya, Kamis (31/12/2020).
Ia mengaku, penurunan omzet penjualannya tak hanya di saat malam pergantian tahun baru saja. Sebab, selama massa pandemi covid 19, ia mengaku kawasan alun-alun Kota Santri sering kali dilakukan pembubaran keramaian. “Kalau sudah di bubarkan sama satgas, pengunjung otomatis sepi,” jelas penjual tanglur itu.
Tapi, dirinya tetap mensyukuri kebijakan pemkab situbondo untuk memutus mata rantai covid 19. Sebab, pedagang di pujasera masih diperbolehkan berjualan. “Alhamdulillah, masih boleh jualan,” ucap syukur Safari.
Diperoleh data, jumlah pasien covid 19 di Situbondo mencapai angka 1.704 kasus. Sedangkan 1493 orang sembuh. Sedangkan, 91 orang sedang menjalani perawatan. 120 orang lainnya meninggal dunia. (dra/usy)








