BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Seorang pemancing asal Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi harus kehilangan nyawa saat memancing di Pantai Air Karang, Labuhan Merak, Taman Nasional (TN) Baluran, Kabupaten Situbondo, Minggu (03/11/2024).
Berdasarkan hasil laporan BPBD Kabupaten Situbondo, korban tewas diduga karena tenggelam saat melewati palung laut saat sedang berjalan kaki ke tengah sekitar 200 meter dari bibir pantai untuk memancing, dan ternyata korban tidak bisa berenang.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi dan Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD kabupaten Situbondo, Puriyono menjelaskan jika korban berangkat memancing berlima dengan temannya, yakni Dede Fitra Setiawan (26) Nuryadi (51), Adris (55), Arbai (32), dan Hebat Sanjaya (23) yang kesemuanya warga Kabupaten Banyuwangi.
“Korban dan kelima temannya berangkat sekitar pukul 04.30 WIB Korban bersama lima temannya berangkat memancing ke pantai Air Karang Labuhan Merak Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo, menggunakan mobil Pickup warna putih Nopol P-8474-DB,” jelas Puriyono.
Saat tiba di lokasi sekitar pukul 07.30 WIB, kata Puriyono, kelima teman korban tidak langsung memancing tetapi sarapan terlebih dahulu. Namun korban memilih langsung berangkat mancing sendirian ke tengah berjalan kaki. Kebetulan saat itu air laut surut, jarak lokasi mancing atau korban tenggelam dari pantai air karang kurang lebih 200 meter.
“Kurang lebih 10 menit kemudian kelima temannya menyusul korban mancing ke tengah dengan jalan kaki, sampai di lokasi mancing mereka berpencar berjarak 100 – 150 meter dari tempat korban mancing, barulah pada pukul 08.30 korban berteriak minta tolong yang didengar oleh Hebat Sanjaya, namun saat mendekat saudara Hebat Sajaya ini tidak berani karena dasar laut dalam, sehingga memutuskan untuk meminta bantuan ke teman lainnya,” ungkap Puriyono.
Namun sayangnya, lanjut Puriyono saat Hebat Sanjaya meminjam kapal warga untuk menolong, korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. “Tiba di TKP langsung mencari korban dengan menggunakan Jangkar perahu hingga akhirnya korban tersangkut di jangkar perahu dalam kondisi Meninggal dunia dan dinaikkan ke Perahu lalu di bawa ke pinggir pantai dan di letakkan sementara di Musholla air karang,” imbuhnya.
Hingga pada pukul 12.50 WIB jenazah dibawa pulang oleh pihak keluarga dengan menggunakan Ambulans dari Puskesmas Banyuputih menuju Rumah duka di Desa Wonosobo Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi. “Korban kemudian dijemput pihak keluarga menggunakan ambulans untuk dimakamkan,” Pungkasnya. (inu/usy)














