BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Jamali, warga Dusun Secangan, Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo meninggal dunia dalam keadaan tragis, Selasa 12 November 2024, sekitar pukul 13.00 WIB. Pria berumur 42 tahun tersebut diserang tawon madu hutan (Tawon Gung) sehingga terjatuh dari pohon yang tingginya mencapai 40 meter.
Jamali berangkat mencari tawon madu di Pegunungan Ringgit/So’onan sekitar pukul 05.30 bersama Samyono dan Jupri berjalan kaki. Ketiganya sempat berhenti dua kali untuk melakukan istirahat minum dan makan.
Sekira pukul 09.00 Wib, ketiganya sampai di lokasi pengambilan tawon madu. Jamali menaiki pohon besar dengan cara memanjat pohon kecil yang bersandar di pohon besar tersebut tanpa menggunakan tali pengaman. Dia hanya membawa ranting kayu untuk dibakar sehingga mengeluarkan asap untuk mengusir tawon madu.
Sesampainya di atas pohon, Jamali mulai beraksi. Tidak lama kemudian dia menyampaikan merasa pusing setelah kepalanya disengat tawon. Jamali kemudian beristirahat di atas pohon dengan cara Tengkurap di salah satu dahan pohon. Namun, Jamali kemudian terjatuh dari atas pohon.
“Luka yang dialami cukup seriuas, dimana kepala bagian dahi mengalami benturan ke tanah sehingga mengakibatkan luka pecah/pesok dan robek serta mengakibatkan meninggalnya saudara Jamali,” terang Puriyono, Koordinator Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo.
kedua temannya sempat menolong Jamali. Jupri menjaga korban di lokasi kejadian. Sedangkan Samyono sekitar pukul 12.00 turun kebawah untuk melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga korban.
“Pukul 17.00 Samyono bersama keluarga sampai di lokasi terjatuhnya korban. Jamali dievakuasi dengan cara ditandu memakai sarung, tali dan kayu. Sesampainya sesampainya di pinggir jalan Pantura Dusun. Kembang Sambi Desa Pasir Putih Bungatan korban dibawa pulang dengan menggunakan mobil siaga desa Tambak Ukir,” terang Puriyono. (dra/usy)









