BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Polres Situbondo menggelar Gerakan Pangan Murah di Kantor Satlantas, Jalan PB Sudirman, Kamis (14/8). Program ini merupakan inisiatif dari Asisten Logistik (Aslog) Polri yang telah berlangsung sejak Rabu lalu, bekerja sama dengan Bulog dan pemerintah daerah.
Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah menjaga stabilitas harga pangan.”Beras kami jual Rp 11 ribu perkilogram, lebih murah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sebesar Rp12.500. Pemda dan Kodim juga akan menerapkan harga yang sama,” ujarnya.
Rezi menambahkan, Polres awalnya menyiapkan 20 ton beras. Namun, karena tingginya animo masyarakat, Bulog menambah pasokan sebanyak 10 ton, sehingga total menjadi 30 ton.”Kemungkinan penyaluran akan berlanjut hingga besok atau lusa, tergantung situasi,” tambahnya.
Dia juga menjelaskan bagi warga yang berada di wilayah Polsek, Polres akan menyalurkan beras langsung ke lokasi. Setiap pembeli dibatasi maksimal 10 kilogram atau dua kemasan agar stok bisa merata.”Kami menjual beras SPHP dengan harga murah dalam Gerakan Pangan Murah ini semata-mata untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait stabilitas harga pangan,”jelasnya.
Rezi menyatakan pihaknya akan terus memantau kebutuhan dan minat warga. Jika stok masih tersedia, distribusi akan diperluas ke polsek dan desa-desa.”Kalau stok di satu titik habis, kami akan fokus di titik itu. Tapi kalau masih ada, kami akan sebar ke wilayah lain,”katanya.
Dia juga menegaskan Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya terkait swasembada pangan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menenangkan masyarakat terkait isu beras oplosan.
“Untuk temuan beras oplosan, sejauh ini belum ada. Kami bersama Pemda serta Satgas Pangan telah turun ke lapangan, dan hingga saat ini belum ditemukan adanya beras oplosan. Namun, kami tetap waspada agar di wilayah Situbondo tidak terjadi hal seperti itu, baik disengaja maupun tidak,” tegasnya.
Sementara itu, Bu Titik, warga Kelurahan Dawuan, mengaku puas dengan kualitas dan harga beras yang dibelinya.”Saya beli dua kemasan. Selain harganya terjangkau, rasanya juga enak. Harga per kemasan hanya Rp55 ribu, sementara di pasaran saat ini beras dijual Rp16 ribu per kilogram,” ujarnya.
Dia juga berharap agar penjualan beras murah tidak hanya dilakukan satu kali, karena sangat membantu masyarakat kecil yang berpenghasilan menengah ke bawah.”Mudah-mudahan tidak hanya hari ini harga beras dijual murah. Ini sangat membantu kami, meski hanya sehari. Semoga di hari atau momen berikutnya bisa ada lagi penjualan beras murah,”pungkasnya. (dra/usy)
