Polisi Dalami Dugaan Konflik Keluarga dalam Kasus Kematian Ayah, Ibu, dan Anak di Situbondo

BUKIAKTUAL, SITUBONDO – Polisi masih terus menyelidiki kasus kematian tidak wajar satu keluarga yang ditemukan tewas di dalam sebuah rumah di Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Hingga Senin, 5 Januari 2026, penyidik belum menetapkan pelaku, namun dugaan sementara mengarah pada adanya konflik internal keluarga.

Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, mengatakan hingga polisi masih mendalami berbagai kemungkinan, termasuk adanya konflik di dalam keluarga korban.

“Dugaan sementara memang mengarah ke permasalahan keluarga. Ada kemungkinan adanya persengketaan, termasuk terkait masalah keuangan atau harta, namun ini masih kami dalami,” ujar AKP Agung Hartawan kepada wartawan.

Meski demikian, polisi belum dapat menyimpulkan motif maupun pelaku dalam kasus ini. Penyidik masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian ketiga korban secara pasti.

“Kami belum bisa menetapkan tersangka. Saat ini kami masih menunggu hasil otopsi dan melengkapi alat bukti lain sebelum menarik kesimpulan,” tambahnya.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi. Para saksi berasal dari lingkungan keluarga maupun warga sekitar tempat tinggal korban. Namun, keterangan saksi sejauh ini belum mengarah secara jelas kepada pelaku.

“Jumlah saksi yang diperiksa sudah 15 orang dan masih berpotensi bertambah sesuai kebutuhan penyidikan,” jelas AKP Agung.

Penyidik juga mengakui adanya sejumlah kendala dalam pengungkapan kasus ini. Salah satunya adalah minimnya rekaman kamera pengawas di lokasi kejadian.

“CCTV di rumah korban tidak aktif, dan di sekitar lokasi kejadian juga tidak ditemukan CCTV. Kondisi ini cukup menyulitkan kami dalam menelusuri pergerakan pelaku,” ungkapnya.

Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh dan profesional. Aparat juga meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait kasus ini hingga proses hukum berjalan dan fakta-fakta baru terungkap.

Sebelumnya, peristiwa ini terungkap setelah warga menemukan tiga korban, ayah, ibu, dan anak, dalam kondisi tidak bernyawa pada Minggu pagi, 28 Desember 2025. Ayah ditemukan meninggal di dalam kamar mandi, sementara ibu dan anak ditemukan tewas di kamar tidur rumah tersebut.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan seluruh korban mengalami luka parah di bagian leher. Kondisi ini menguatkan dugaan bahwa kematian tersebut bukan disebabkan oleh faktor alamiah dan masuk dalam kategori kematian tidak wajar. (dra/usy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *