BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Anggota Pusdalops dan TRC (Tim Reaksi Cepat) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mendatangi barat daya Takat Mas, Rabu, 22 Juli 2026. Itu dilakukan untuk melakukan pencarian terhadap Kusnadi (49). Sebab, itu merupakan lokasi terakhir nelayan asal Dusun Sompelan, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo itu sebelum dinyatakan lost contact.
Koordinator Pusdalop BPBD Situbondo, Puriyono menerangkan, Kusnadi berangkat melaut seorang diri menggunakan perahu fiber untuk mencari ikan di sekitar Perairan Takat Mas, Rabu, 22 Juli 2026 pukul 05.00 WIB.
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban biasanya kembali ke rumah sekira pukul 13.00 WIB setelah selesai melaut. Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung kembali dan tidak dapat dihubungi sehingga keluarga mulai merasa khawatir,” terangnya.
Nah, pada Kamis, 23 Juli 2026 seusai salat Subuh, istri korban meminta bantuan kepada rekan-rekan nelayan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi yang biasa digunakan korban mencari ikan. “Bersamaan dengan itu, kejadian tersebut dilaporkan kepada Kepala Dusun Sompelan,” imbuh Puriyono.
Kepala Dusun Sompelan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada POSAL Jangkar, yang kemudian segera berkoordinasi dengan Polair Polres Situbondo, BPBD Situbondo dan Tagana Situbondo serta Kecamatan Banyuputih, Polsek, Koramil dan unsur terkait lainnya guna penanganan lebih lanjut.
Selanjutnya BPBD Situbondo yang mendapat laporan langsung berkoordinasi dengan Basarnas Kansar Banyuwangi dan instansi terkait atas hilangnya nelayan tersebut. “Rekan-rekan nelayan sebelumnya telah melakukan pencarian secara mandiri di sekitar Perairan Takat Mas, namun korban maupun perahu yang digunakan belum ditemukan,” imbuh Puriyono. (dra/usy)














