BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Pondok Pesantren Jauharul Ulum menerima bantuan usaha laundry dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo Kamis, 17 September 2026. Pesantren yang ada di Desa Paowan, Kecamatan Panarukan tersebut mendapatkan mesin cuci, setrika dan sejumlah perlengkapan pendukung lainnya. Termasuk juga peningkatan daya listrik untuk menunjang operasional usaha di lingkungan pesantren.
Bantuan ini tentu saja diterima antusias oleh Pondok Pesantren Jauharul Ulum. Sebab, memiliki dampak yang sangat positif bagi santri dan pesantren. Salah satunya santri kini tak lagi perlu mencuci di luar. Mereka juga dapat lebih fokus untuk belajar.
“Alhamdulillah, terima kasih sudah dibantu Kemenag Situbondo. Dengan bantuan ini, Santri sudah tak perlu lagi laundry ke luar pesantren. Fasilitas pesantren kini bertambah dalam memberikan pelayanan kepada santri sehingga mampu lebih fokus lagi untuk belajar,” terang Ustadzah Rizkiah, salah satu pengurus pesantren.
Bantuan usaha Laundry diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo, Muhammad Mudhofar yang didampingi Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Maulana Akhmad Ridho beserta tim. Turut hadir Bagian Pemberdayaan Umat KUA Kecamatan Panarukan, Chusein bersama penyuluh Sajidi.

Menurut Mudhofar, keberadaan laundry di Pesantren Jauharul Ulum diharapkan dapat memberikan layanan dengan biaya yang lebih terjangkau bagi para santri. Dengan demikian, kebutuhan mencuci pakaian dapat dipenuhi di lingkungan pondok sekaligus mendukung tumbuhnya aktivitas ekonomi produktif di pesantren.
“Harapannya, santri bisa memanfaatkan layanan ini dengan harga yang lebih murah. Di sisi lain, pondok juga memiliki usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” terang pria asal Lumajang tersebut.
Mudhofar menyebutkan, program tersebut bertujuan terus mendorong penguatan kemandirian ekonomi umat melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA Tahun 2026. “Tentu Kita berharap bantuan ini tidak berhenti sebagai penyediaan sarana usaha, tetapi memberikan dampak nyata bagi santri dan pondok pesantren,” imbuhnya. (dra/usy)














