BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Beredar kabar pasien terkonfirmasi Covid-19 berkeliaran di Pasar Panarukan, Situbondo, Selasa (31/03/2020). Peristiwa Ini mendapat tanggapan Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto. Menurut dia, pasien tersebut sudah melewati masa inklubasi. Sampai saat ini pasien dalam kondisi sehat.
Bupati Dadang menjelaskan, dirinya sudah berkoordinasi dengan RSUD dr Soebandi Jember. Juga sudah memperoleh masukan dari dokter spesialis di Situbondo. Hasilnya, pasien di Kecamatan Panarukan sudah melewati masa inklubasi karena sudah sampai hari ke – 18 hari. “Korona itu menempel pada tubuh manusia. Tapi jika kondisi staminanya bagus akan hilang dalam waktu 14 hari kemudian,” kata Bupati dua periode itu.
Agar hal serupa tidak terulang kembali. Pemerintah mengaku memiliki tugas besar. Salah satunya mengedukasi masyarakat tentang virus Covid-19. Karena sampai saat ini, ada masalah pengetahuan medis dengan fakta sosial yang tidak berjalan beriringan. “Jadi status orang positif itu tidak seumur hidup. Orang yang akan menular itu tidak seumur hidup. Ini yang harus diedukasi,” katanya.
Saat ditanya tentang penutupan Pasar Panarukan, Bupati Dadang menjelskan seharusnya hal itu tidak perlu dilakukan. Sebab, dari tindakan itu, akan mematikan roda perekonomian sekitar. “Satu pasien yang berada di Kecamatan Panarukan, hingga sampai saat ini masih sehat. Hanya saja, masyarakat sekitar masih belum bisa menerima,” pungkasnya.
Diperoleh informasi bumiaktual.com, hingga kini Kota Santri menyandang status Tanggap Darurat. Hal itu dikarenakan ada lima warga asal Situbondo yang terkonfimasi covid-19. Serta ada 125 orang dalam pantauan dan dua pasien dalam pengawasan. (dra/usy)








