BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Situbondo memiliki tambahan pupuk subsidi 5.600 ton sampai akhir tahun 2020. Tercatat, hingga Bulan November, sudah terpakai 1.600 ton. Sisanya akan didistribusikan pada akhir tahun.
Data tersebut terungkap dalam rapat bersama antara Komisi II dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), Rabu (18/11/2020). Tujuannya membahas pengambilan pupuk subsidi.
“Jadi sampai saat ini Petani di Situbondo mengeluh, karena pupuk subsidi sudah didapatkan. Ternyata harus mengisi form terlebih dahulu (untuk mendapatkan pupuk subsidi),” kata Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Abdul Aziz usai rapat.
Pengisian fom itu pun, hanya bisa diisi oleh petani yang masuk data e-RDKK. Salah satu syaratnya tidak memiliki luasan tanah pertanian lebih dari dua hektare. “Kalau pengambilan pupuk tanpa isi form, ada konsekwensi hukumnya,” jelas politisi Partai Gerindra itu.
Kepala DTPHP, Sentot Sugiyono, menepis bahwa pupuk bersubsidi di Situbondo kurang. Dia memastikan, pupuk masih tercukupi sampai saat ini. “Pupuk belum didistribusikan semua. Kami menunggu kesiapan kelompok, karena beberapa kendala di lapangan,” jelasnya.
Sisa pupuk akan didistribusikan pada Bulan Desember. Sebab, akan banyak petani yang membutuhkan pupuk di saat musim hujan datang. “Kami juga menunggu kesiapan kelompok tani. Sebab, ada kendala dilapangan,” jelas pria yang akrab disapa Sentot itu.
Saat ini, seluruh wilayah di Jawa Timur masih belum siap untuk menggunakan kartu tani. Diperkirakan akan menggunakan kartu tani sejak Januari 2021. “Nanti ada jatah masing-masing orang yang siap ditebus di kios pupuk,” tutupnya. (dra/usy)








