
BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Maraknya kasus penderita stunting di Kabupaten Situbondo terjadi karena masih banyak ibu hamil kekurangan asupan gizi. Selain itu, masih menjalani pola hidup yang buruk. Sehingga, bayi yang dilahirkan cenderung mengalami stunting. Kelainan ini merupakan pertumbuhan kronis pada anak balita akibat kekurangan asupan nutrisi atau malnutrisi dalam waktu cukup lama.
Untuk memberikan pemahaman terkait pencegahan balita pendek, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, Abu Bakar Abdi telah menggencarkan sosialisasi melalui puskesmas dan posyandu. Kegiatan ini bekerja sama dengan lintas sektor dan lintas program. “Stunting ini masalah nasional. Sehingga, semua lini harus terlibat di dalamnya. Gerakan nasional harus serentak,” ujar pria yang akrab disapa Abu tersebut, (20/01/2020).
Abu menyampaikan, dinkes akan fokus mengatasi masalah stunting. Sebab, menjadi salah satu prioritas masalah kesehatan yang harus terus ditekan. “Jumlah stunting di Situbondo terus mengalami penurunan. Pada tahun 2015 lalu, angkanya mencapai 37 persen. Sedangkan tahun 2019 turun menjadi 30.8 persen,” kata Abu kepada bumiaktual.com
Dia menambahkan, cara pencegahan anak agar tidak mengalami stunting adalah dengan rutin dalam pemenuhan gizi yang tepat. Selain itu, memberikan vitamin A setahun dua kali. Ini untuk menjadikan bayi dan balita tersebut aktif dan produktif. “Terjadinya kasus stunting ini terjadi karena ketidaktahuan orangtua akan pemenuhan nutrisi gizi yang tepat untuk anaknya. Sehingga, kami sarankan untuk tetap memberian makanan tambahan untuk pemenuhan balita juga penting dilakukan,” pungkas Abu. (dra/usi)








