BUMIAKTUAL – Keberadaan Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS di lingkungan Kantor Kementerian Agama Islam ke depan akan kian diberdayakan. Selain jam ngantor yang lebih ketat, tugas dan fungsi mereka akan lebih dimaksimalkan.
Pernyataan ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Situbondo, Misbahul Munir melalui Kasi Bimbingan Masyarakat (Binmas), Imam Turmidzi, di sela-sela pelaksanaan tes penerimaan PAI Non PNS 2020 – 2024, Minggu (08/12) di MTSN 1 Situbondo. “Ke depan penyuluh itu, karena atasan langsungnya adalah kepala KUA (Kantor Urusan Agama) maka nanti semua penyuluh diharapkan setiap hari ‘ngepos’ di KUA,” terangnya kepada bumiaktual.com
Ditegaskan, PAI Non PNS ke depan akan menjadi ujung tombak KUA. Tahun lalu, kata Imam, Kemenag masih punya para modin. Namun, jabatan itu sekarang sudah tidak ada lagi dalam struktur Kementerian Agama. Makanya, penyuluh lah yang nanti yang akan menghandelnya.
“Permohonan-permohonan data kaitannya dengan keagamaan yang ada di masyarakat, masjid, majelis taklim, kesenian islam, wakaf, semuanya akan kita berdayakan melalui keberadaan para penyuluh agama non PNS,” ujar mantan kepala KUA Situbondo tersebut.
Kian memberdayakan keberadaan PAI Non PNS, kata Imam, merupakan harapan dari pelaksanaan rapat koordinasi Kemenag se Indonesia, belum lama ini. Apalagi, pemerintah, khususnya Kementerian Agama, memang menginginkan para PAI Non PNS benar-benar mendapatkan porsi yang sebenarnya.
“Artinya kalau misalnya bisa diikutkan jadi PNS ya jadi PNS, kalau tidak ya jadi P3K kita tunggu sampai Bulan Februari – Maret 2020 ada pengumuman P3K,” pungkas Imam Turmidzi. (usi)









