BUMIAKTUAL – M Rohid Fahmi, keluar sebagai juara pertama dalam Lomba Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) yang digelar Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo. Penyuluh agama honorer (PAH) Kecamatan Mangaran itu mengantongi nilai tertinggi dari dewan hakim. Yakni, 257.
Di urutan kedua ada Habullah dari PAH Banyuglugur dengan nilai 245. Urutan ketiga, M Busyro, dari SMA Ibrahimy dengan nilai 243. Keempat, Fahrurrozi dari PAH Banyuputih dengan nilai 235. Menyusul kemudian Kholil Masrur dan Imam masing-masing dari PAH Panji dan Kendit dengan nilai 214 dan 210.
MQK digelar dalam rangka memperingat HAB Kemenag ke-74. “Sudah tiga tahun terakhir berturut-turut kita gelar,” terang Imam Turmidzi, Ketua Pelaksana Peringatan HAB ke-74 Kemenag Situbondo.

Kata Imam, MQK sengaja terus digelar dengan harapan agar hasanah keilmuan kitab kuning tidak hilang. “Kita ingin menggelorakan masyarakat tetap cinta kepada kitab-kitab klasik di tengah modernitas yang kian masuk ke tengah-tengah kehidupan manusia,” terang pria yang menjabat sebagai Kasi Bimbangan Masyarakat Kemenag Situbondo tersebut.
Dalam MQK kali ini, kitab yang dilombakan untuk dibaca oleh peserta adalah Tuhfatuttullab. “Juri menilai ini termasuk kitab yang repot, kitab tentang muamalah,” imbuh Imam.

Untuk menilai para peserta, Kemenag mendatangkan juri yang sangat berkompeten di bidangnya. Yakni, Ustad Dr. Muhyiddin Khatib, Ust Dr Nawawi Tabrani dan Ustad Khairuddin. Penilaian meliputi beberapa hal. Di antaranya, cara membaca kitab, menerjemahkan secara tekstual mampu kontekstual.
“Satu hal lagi, peserta juga harus mampu menjawab pertanyaan dari dewan hakim. Untuk juaranya kita pilih enam besar,” pungkas Imam. (usi)








