Dulu Lihat Gunung Sebelum Melaut, Sekarang Cek Apliasi di HP

BUMIAKTUAL-SITUBONDO, Zainullah, nelayan asal Panarukan, Kabupaten Situbondo sudah lebih sepuluh tahun melaut. Bersama dengan rekan-rekan sesama nelayan, biasanya dia berangkat sejak pukul 18.00 dan baru kembali ke darat pukul 06.00 keesokan harinya.

Zainullah kerap berpindah tempat saat melaut. Jika di laut Panarukan sepi ikan, nelayan yang lahir 1990, itu pindah ke Selat Madura. Perjalanan masih membutuhkan waktu empat jam lagi. Hasil tangkapan mereka pun berganti-ganti. Sesuai musim.

Salah satu kebiasaan nelayan sebelum pergi melaut adalah melihat ke arah Gunung Putri. Kalau hari itu cerah, banyak awan di sekitar gunung, pertanda mereka bisa melaut. Namun, jika hari itu tak ada awan, mereka memutuskan tidak melaut. Kebiasaan itu masih dilakukan hingga beberapa bulan belakangan.

Namun, para nelayan kini tak hanya mengandalkan tanda-tanda alam sebagai panduan melaut. Mereka kini memanfaatkan aplikasi yang ada di ponsel mereka untuk memprediksi kapan bisa melaut. “Kami sekarang pakai hape (ponsel). Jadi di kasih tahu sama aplikasi Windy,” terang Zainullah, , saat ditemui di pesisir Panarukan (10/01/2020).

Iya, kebiasaan mengecek aplikasi cuaca di smart phone kini menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan lagi dari aktifitas Nelayan Panarukan sebelum berangkat melaut. Terutama mereka yang masih berusia muda. “Kalau Nelayan Milenial ya begini,” kata Zainul, setengah berseloroh.

Dengan mengecek aplikasi sebelum melaut, lanjut Zainul, dirinya bersama teman temannya bisa mengetahui prediksi perkiraan cuaca. Itu jauh lebih akurat dibandingkan sekedar mengamati tanda-tanda alam. Di aplikasi Smart Phone mereka bisa mendapatkan informasi tentang kekuatan angin, arah dan berapa kecepatannya.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Situbondo, Gatot Trikorawan, mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis cuaca ekstrim yang berpotensi terjadi di Jawa Timur, termasuk di pesisir pantura. Situbondo. “Kami sudah berkomunikasi kepada nelayan sejak seminggu yang lalu terjadi cuaca ekstrem dan diimbau untuk tidak melaut dulu,” katanya.

Kata Gatot, Informasi tentang cuaca dirilis setiap hari oleh BMKG. Hingga Jumat (10/01/2020), BMKG memprediksi cuaca ekstrim masih terjadi di Laut Jawa bagian timur, termasuk Situbondo. Ketinggian gelombang mencapai 0.8 – 2.8 meter.

“Untuk imbauan kembali melaut, menunggu info BMKG yang biasanya dirilis setiap hari,” ujar Gatot. (dra/usi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *