
BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) di Kabupaten Situbondo senilai Rp 3 miliar dari pemerintah pusat tahun ini dipastikan gagal. Penyebabnya, Pemkab tidak punya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi khusus olahraga. Padahal, sarana olah raga tersebut sudah diproyeksikan akan ditempati untuk kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2021 mendatang.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Janur Sasra Ananda, mengetahui ada kendala dalam turunnya program dari Kementerian Olahraga itu. Meskipun lahan tempat pembangunan sudah lama dipersiapkan. Namun, dinas yang menangani di Kabupaten Situbondo dinilai belum linier. “Jawa Timur hanya ada dua, salah satunya di Situbondo tidak muncul. Sehingga, Kementerian Pusat kesulitan untuk menurunkan programnya,” ujar Janur Sarta kepada bumiaktual.com (20/01/2020).
Politisi Partai Demokrat tersebut akan meminta Pemkab Situbondo mengevaluasi dan merevisi Perda Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK). Sehingga, beberapa pasal nantinya bisa menyesuaikan dengan di pusat. “Di pusat ada penyesuaian dan kita di daerah harus menyesuaikan juga,” kata mantan Ketua Komisi IV DPRD tersebut.
Janur berharap, tidak turunnya program pembangunan GOR dari Kemenpora tidak menggangu jalannya Porprov. Karena masih ada beberapa tempat lokasi yang bisa digunakan untuk pertandingan ajang olahraga terbesar di Provinsi Jatim itu. “Kita akan memanfaatkan aula pabrik gula. Tapi harapan kami Situbondo sebagai tuan rumah beberapa event ada diskresi tertentu dari pusat,” sambungnya.
Kata Janur, rencana pembangunan GOR di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan sudah sejak lama dipersiapkan. Sebab, sebagai tuan rumah tentu tidak bisa menyambut ajang olah raga yang digelar dua tahun sekali tersebut secara asal-asalan. “Bagi saya Situbondo sebagai tuan rumah Porprov Jatim VII di 2021 ini sebuah penghormatan yang luar biasa,” pungkasnya. (dra/usi)








