BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Situbondo akan menggelar sensus penduduk tahun 2020 dengan sistem online. Cara semacam ini baru pertama kali dilakukan di Kota Santri.
Kepala BPS, Prayogo Setyo Widodo menjelaskan sensus penduduk yang ke tujuh, saat ini telah melibatkan kecanggihan teknologi. Agenda nasional sepuluh tahunan ini akan terus disosialisasikan kepada masyarakat. ”Sensus penduduk baru pertama kali dilakukan di Situbondo secara online,” kata Prayogo Setyo Widodo, setelah membuka rapat koordinasi sensus penduduk di aula lantai dua Pemkab Situbondo, Rabu (12/02/2020).
Kepala BPS Situbondo itu mengatakan, untuk tahap awal, sasaran sensus penduduk online adalah masyarakat yang sudah familiar dengan gadget. “Sasaran awal adalah ASN, Mahasiswa, Aparat Polri dan TNI yang menjadi prioritas sensus penduduk berbasis digital tersebut. Tetapi pada dasarnya sensus penduduk untuk semua kalangan masyarakat,” ujarnya.
Dia menuturkan, kelebihan sensus penduduk online adalah tidak perlu dilakukan lagi wawancara oleh petugas. Karena masyarakat yang telah melakukan mengisi sensus berbasis digital akan diberikan tanda khusus, “Jadi nanti langsung terdata dan tidak lagi ada petugas yang menghampiri. Karena semua sudah di tulis formulir yang ada di gadget,” sambungnya.
Namun, untuk sensus penduduk secara offline, BPS telah menyiapkan petugas untuk melakukan door to door ke semua 17 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Situbondo. “Saya tidak tahu pasti ada berapa petugas, namun bisa di pastikan lebih dari seribu,” sambungnya.
Saat ditanyakan berapa jumlah anggaran untuk sensus penduduk di Kabupaten Situbondo, dirinya mengaku tidak tahu menahu jumlah secara pasti. Tetapi jumlah anggaran akan diperuntukkan untuk petugas sensus. ”Tidak tahu, tapi banyak. Itu digunakan untuk petugas dan pelatihan di hotel. Serta pemberian rompi,” bebernya.
Sementara itu, Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto menjelaskan, sensus penduduk akan menjadi penyatuan data kependudukan dalam penyediaan data jumlah, komposisi, dan karakteristik penduduk di Kota Santri. “Saya berharap semua masyarakat bisa berpartisipasi. Karena hasil dari sensus penduduk itu juga menyangkut arah keberlangsungan pembangunan di segala bidang,” kata Bupati dua periode itu.
Data yang diperoleh bumiaktual.com, tahap pertama BPS adalah Pencacahan Lengkap yang terdiri dari Sensus Penduduk Online mulai tanggal 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Masyarakat diminta menjawab 22 pertanyaan (mengisi data diri) yang tertera di laman https ://sensus.bps.go.id. Namun, Untuk sensus penduduk Offline akan dilaksanakan mulai tanggal 1 sampai 31 Juli 2020 mendatang. (dra/usy)








