BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Satrojo warga di Dusun Nyamplong Rt 02 Rw 02, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo membuat heboh warga sekitar, Selasa (03/03/2020). Dia dikira sudah meninggal dunia di laut. Tapi, tiba tiba saja dia pulang ke rumah. Loh kok bisa?
Iya, awalnya Satrojo meninggalkan rumah dengan perahu kesayangannya, sampai di tengah laut, dirinya hendak menolong temannya untuk memperbaiki jaring nelayan lainnya. Saat turun ke laut, dia lupa mematikan mesin. Nah, saat perahunya kosong itulah ada nelayan melintas. Karena curiga, dia pun menarik kapal itu ke pantai. Mereka mengira Satrijo telah tewas.
Mendengar kabar tersebut, keluarga korban merasa cemas. Dia tak percaya saat ada yang mengatakan perahu Satrojo telah ditemukan di tengah Perairan Laut Mimbo tanpa bertuan oleh nelayan setempat. Singkat cerita, perahu tersebut di bawa ke tepi laut dengan cara ditarik nelayan.
Keluarga korban sontak langsung menghubungi pihak Desa. Serta, diteruskan ke pihak kepolisian dan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo. Selang beberapa menit kemudian, petugas mendatangi rumah korban.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono menjelaskan, setelah dilakukan pendataan oleh beberapa saksi. Memang benar telah ditemukan perahu dengan konidisi mesin masih hidup di tengah Laut Perairan Mimbo tanpa abk. “Selang beberapa menit saat hendak melakukan penyisiran ke lokasi perairan itu. Sekitar pukul 12.00 Wib, tiba-tiba muncul Satrojo dengan kondisi basah kuyup,” ujar Puriyono.
Lebih jauh, dia menambahkan, setelah ditanyakan tentang kejadian ini, nelayan tersebut mengakui lupa mematikan mesin perahunya saat sedang menolong membetulkan jaring perahu nelayan lainnya. “Jadi dia tiba-tiba langsung loncat ke laut tanpa mematikan mesin perahu. Namun, setibanya ingin kembali ke perahunya, entah kemana perahunya telah berpindah posisi sebelumnya,” ungkap Puriyono.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo menyarankan, agar para nelayan tetap fokus saat mencari ikan di tengah lauh. “Selain itu, nelayan juga diharapkan untuk bisa membaca cuaca yang kami berikan setiap hari dari BMKG. Karena jika cuaca sedang buruk, disarankan kepada para nelayan untuk tidak mencari ikan terlebih dahulu untuk keselamatannya,” pungkasnya. (dra/usy)











