BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Ribuan pedagang pasar tradisional di Situbondo tekena dampak langsung Virus Corona. Omset dagangan mereka turun drastis sejak serangan wabah mematikan ini kian meluas. Apalagi, sejak ditemukan pasien terjangkit virus Corona di Jawa Timur.
Salah satu pedagang di pasar tradisional Mimbaan baru, Asia menjelaskan, ada penurunan pemasukan hingga 50 persen. Itu terjadi sejak awal bulan Maret. “Sejak tiga pekan lalu pasar sudah sepi. Itu terjadi karena ada isu Virus Korona di Jawa Timur,” katanya saat menjaga stand kiosnya, Rabu, (25/03/2020).
Menurut Asia, wabah virus Corona memang berdampak besar terhadap perputaran ekonomi di pasar tradisional. Meski belum ada warga Situbondo dinyatakan terjangkit, namun banyak warga takut datang ke Pasar. Apalagi diberitakan saat ini ada 97 warga Situbondo berstatus Orang Dengan Pemantauan (ODP). “Biasanya yang agak ramai itu di pagi hari dan sore hari. Setelah itu sepi pembeli,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemkab Situbondo, Yogie Krispian Sah, mengaku, ada 3.900 pedagang menggantungkan mata pencahariannya di pasar. “Semua tersebar di 17 pasar tradisional di Situbondo,” ujar pria yang akrab disapa Yogie itu.
Yogie mengaku, telah ambil kebijakan pasar tetap buka, karena pasar salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat. “Kalau pasar kami tutup ekonomi pasti lumpuh,” katanya.
Lebih jauh, Yogie sudah memerintahkan kepada kepala pasar se-Kabupaten Situbondo untuk mendukung program pemerintah mencegah peredaran virus korona. “Setiap pasar harus mematuhi protab Satgas Covid-19. Yaitu dilakukan penyemprotan dan disediakan tempat cuci,” imbuhnya.
Mengingat pasar menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, maka semua kepala pasar diminta melakukan sosialisasi pencegahan virus Corona kepada para pedagang, agar mereka bisa mengatur jarak dengan para pembelinya. “Edukasi pencegahan penting dilakuakan. Seperti jaga jarak, selalu mencuci tangan dengan sabun, dan meminum jamu atau vitamin agar menambah daya tahan tubuh,” pungkasnya. (dra/usy)














