BUMIAKTUL,SITUBONDO – Berbagai elemen masyarakat saling bersinergi memenuhi kebutuhan tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam penanganan Corona.Seperti yang dilakukan siswa di jurusan Tata Busana SMKN 1 Panji, Situbondo. Mereka dipercaya untuk menjahit puluhan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) oleh Provinsi Jawa Timur.
Kepala SMKN 1 Panji, Suprihartono menjelaskan, pembuatan baju untuk tenaga medis ini dilakukan karena ada arahan dari Pemprov Jawa Timur. Sebab, SMKN yang berlokasi di Kecamatan Panji itu mempunyai jurusan Tata Busana. “Kami diperintah, ya kami siap. Karena kami memliki siswa-siswi yang ahli dalam hal jahit menjahit,” bebernya, Minggu (05/04/2020).
Kata dia, bahan yang diterima oleh sekolah adalah seratus meter kain. Kebetulan saat ini mereka ditugaskan untuk membuat baju dengan ukuran XL. Tidak butuh waktu lama. Kurang dari 24 jam pakaian untuk tim medis ini pun sudah siap. “Kita berhasil membuat 38 stel APD. Tak menunggu waktu lama, baju langsung dikirim ke Surabaya. Karena pakaian itu memang dibutuhkan,” imbuhnya.
Kepala SMKN 1 Panji juga menjelaskan, proses pembutan baju medis sudah sesuai SOP. Di dalam ruangan jahit, mereka harus menjaga jarak aman, serta memakai penutup hidung dan mulut saat menyambung kain itu menjadi satu. “Total ada sepuluh siswa yang menjahit. Sebelum menjahit kita mencuci tangan, memakai masker, dan jaga jarak. Satu ruangan hanya di sis tiga orang saja,” ucapnya.
Menurut Suprihartono, meskipun pakaian dijahit oleh siswa-siswi, namun dia memastikan hasilnya sesuai dengan permintaan provinsi. Sebab, ada pelatihan khusus untuk membuat satu pakaian APD. “Dijamin cocok. Karena peserta didik sebelumnya sudah diberi arahan bagaimana menjahit untuk pakaian medis yang terbuat dari kain hazmat,” katanya.
Dia juga membuka pintu luas kepada pemerintah daerah, jika sewaktu waktu anak didiknya dibutuhkan untuk membuat ADP. Sebab, diketahui rumah sakit daerah Situbondo telah bisa menerima pasien terkonfirmasi Covid 19. “Kami siap membuat jika itu diperlukan. Ini juga untuk kepentingan orang banyak,” pungkasnya. (dra/usy)














