BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Tim Gugus Tugas Covid 19 Situbondo melakukan panggilan video bersama lima pasein yang sudah sembuh dari serangan korona, Senin (20/04/2020). Satu persatu mereka menyampaikan pengalamannya selama menjalani perawatan di Rumah Sakit rujukan. Mulai masalah kesulitan ekonomi hingga stigma negatif tentang pasein Covid 19.
Salah satu pasien yang sampai saat ini mengalami trauma adalah Rusmiati. Pasien asal Kecamatan Panarukan itu mengaku mengalami masa kelam. Sebab, dituduh sebagai penyebab pasar tradisional ditutup selama sehari. “Pedagang ikan banyak yang demo ke rumah saya,” kata dia saat melakukan panggilan video.
Rusmiati juga menjelaskan, sebagian tetanggaya yang masih awam tentang Virus Korona enggan menerima dirinya. Tapi itu tidak semua dari tetangganya. Hanya sebagian saja. Ini membuat Rusmiati enggan untuk ke Pasar Panarukan. “Kalau ke pasar masih belum berani,” kata Rusmiati.
Tidak hanya itu, dia juga meminta kepada pemerintah daerah agar memberikan sembako. Sebab, selama pandemi Covid 19, mereka hanya bisa berdiam diri di rumah tanpa bekerja. Mengetahui ada masyarakat yang kesusahan. Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi dengan spontan memberi uang kepada setiap pasein yang melakukan panggilan Video. “Saya beri masing-masing Rp 300 ribu,” katanya.
Wabub Yoyok juga meminta kepada pasien Covid 19 yang telah sembuh, untuk selalu menjaga daya tahun tubuh. Yakni Dengan cara mengkonsumsi makanan sehat, menggunakan masker, selalu mencuci tangan dan menjaga jarak. “Selamat kepada pasien yang telah sembuh. Semoga uang ini dapat dipergunakan dengan baik,” ucapnya.
Tidak itu saja, dalam waktu dekat ini, pemerintah Situbondo akan melakukan edukasi terhadap warganya, supaya tidak melakukan diskriminalisasi kepada pasien Covid 19. Sehingga pasien tersebut tidak lagi tertekan secara mental. “Kita akan bergerak, dan memerintahkan kepada desa, camat untuk melakukan edukasi kepada masyarakatnya,” pungkas Wabub Yoyok. (dra/usy)














