BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Pemerintah Situbondo tetap akan membuka Pasar Ramadhan. Tapi kali ini dipastikan tidak akan seramai tahun-tahun sebelumnya. Sebab, pedagang dan penjual akan diatur secara ketat oleh protokoler kesehatan. Mengingat sedang terjadi wabah Covid 19.
Abdul Kadir Jaelani, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Situbondo mengatakan, akan ada skenario untuk mengatur pedagang dan pembeli. Bahkan, ada petugas khusus yang akan memeriksa kesehatan pembeli sebelum masuk ke area pasar Ramadhan. “Ada satu pintu masuk. Sebelum masuk, akan dicek suhu badannya terlebih dahulu,” kata pria yang akrab disapa Kadir itu, Kamis (23/04/2020).
Kata dia, petugas yang menjaga di pintu masuk akan menyetop pembeli masuk ke dalam. Itu jika terjadi penumpukan di dalam pasar ramadhan. Prosedur semacam ini diberlakukan untuk menghindari penumpukan orang. “Kita akan berusaha semaksimal mungkin mengikuti peraturan yang ada. Cuci tangan, dan masker itu wajib,” sambunganya.
Kadir mengatakan, salah satu pertimbangan kenapa Pasar Ramadhan dibuka karena diyakini akan mendongkrak perekonomian Kota Santri. Pasar Ramadhan akan didominasi oleh penjual pernak pernik Ramadhan. “Sesuai dengan tema, pedagang akan diisi dengan penjual baju muslim, kurma, dan lain-lain,” imbuh Kadir.
Kata mantan Kabag Kesra itu, pembukaan pasar setiap bulan suci ramadhan akan berlangsung pada minggu pertama. Sebab, dia memprediksi pasar akan ramai pada saat minggu kedua Ramadhan. “Hari ini masih pemasangan tenda. Masih proses pemasangan lampu dan lain-lain,” pungkasnya. (dra/usy)








