BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Penjual bunga tabur makam di Situbondo juga harus merasakan dampak dari Wabah Covid 19. Pembeli pun sepi. Penghasilan mereka turun drastis hingga tiga kali lipat. Banyak warga yang enggan untuk keluar rumah.
Sumaida penjual bunga tabur menjelaskan, penghasilan di awal Bulan Ramadhan kali ini tidak sebesar tahun lalu. Ia menceritakan selama seharian berjualan bunga di Jalan A Yani, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, hanya bisa menjual bunga Rp 50 ribu. “Sekarang sepi. Kalau tahun lalu, sebelum menjelang Ramadhan bisa sampai Rp 200 ribu per hari,” kata penjual bunga itu sambil menunggu pembeli.
Perempuan berumur 67 tahun itu juga menambahkan, selain sepinya penziarah, banyaknya penjual bunga di sekitar TPU Dawuhan membuat penghasilannya juga turun. “Sekarang lebih dari sembilan orang yang jualan di tempat yang sama. Padahal tahun lalu Cuma ada lima orang saja,” kata penjual bunga itu yang sudah menekuni selama 30 tahun lebih.
Hal senada juga di katakan oleh Ratna, penjual bunga tabur asal Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji. Kata dia, banyak orang yang enggan untuk berziarah ke makam di tengah pendemi Covid 19. “Beda jauh sama tahun kemarin,” ucapnya.
Harga bunga tabur di pintu masuk tempat pemakaman umum di Kelurahan Dawuhan bervariasi. Mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 3 ribu per bungkus. Dalam satu bungkus ada tujuh varian kembang. Para pedagang pun berjualan dari pukul 06.00 Wib sampai menjelang malam. (dra/usy)








