BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Covid 19 yang melanda Kota Santri sejak beberapa bulan terakhir, harus dirasakan juga dampaknya di sektor pariwisata. Perusda Pasir Putih yang mengelola Wisata Bahari Pasir Putih sejak 01 Mei harus merumahkan 70 karyawannya lantaran sudah tak ada lagi biaya operasioanl.
Kepastian ini disampaikan Direktur Perusda Pasir Putih, Yasin Maksum. Kata dia, sudah sejak dua bulan terakhir pengunjung anjlok akibat wabah Virus Korona. Dari sanalah pendapatan uang mulai berkurang. “Pengunjung menurun sejak bulan Februari,” kata pria yang akrab disapa Yasin itu, Kamis (30/04/2020).
Puncaknya terjadi sejak pertengahan Bulan Maret. Yakni ketika ada intruksi penutupan Destinasi Tujuan Wisata (DTW) akibat pademi Covid-19. Sejak saat itu pemasukan mulai nihil. Tak ingin lagi merugi, akhirnya Manajemen Perusda Pasir Putih memilih merumahkan semua karyawannya. “Sejak awal Mei semua karyawan sudah dirumahkan, kira kira tiga bulan ke depan,” imbuh Yasin.
Menurut dia, waktu tiga bulan dipilih karena pemerintah sempat menjanjikan bantuan prakerja dalam bentuk non tunai. Tapi jika masa pandemi ini berakhir lebih cepat, maka karyawan itu akan dipanggil kembali untuk bekerja. “Selama dirumahkan, karyawan mendapatkan hak BPJS dan ketenagakerjaan,” terangnya.
Dia membeberkan, pada bulan April ini, perusahaan memiliki stok dana operasional Rp 323 juta. Tapi uang sebesar itu masih harus digunakan untuk membayar beberapa angsuran seperti BPJS, PBB, PHR, Pajak Wisata, dan biaya lain yang merupakan beban Januari – April 2020. “Kita membayar keuangan sebesar Rp 110 juta-an,” sambung Yasin.
Tak berhenti di sana, Perusda itu masih memiliki tanggungan biaya operasional gaji karyawan di bulan April. Jumlah keseluruannya pun cukup besar, Yaitu Rp 187 juta. “Tanggungan dan gaji karyawan bulan April sudah bayar semua. Sisanya perusahaan mencadangkan Rp 25 juta untuk kebutuhan normalisasi saat start up nanti,” pungkas Yasin. (dra/usy)








