Balita Asembagus Tewas Akibat Serangan DBD

BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Situbondo terus mengalami peningkatan. Hingga pertengahan Mei ini, jumlah penderita DBD di Situbondo mencapai 108 kasus. Bahkan, satu orang balita asal Kecamatan Asembagus meninggal dunia akibat DBD.

Abu Bakar Abdi, Plt Kepala Dinas Kesehatan Situbondo menjelaskan, balita tersebut sebelumnya mendatangi Puskesmas Asembagus pada tanggal 14 April. Kemudian dilakukan rujukan di Rumah Sakit Asembagus. “Meninggal pada 18 April di rumah. Korban berusian 28 bulan,” kata pria yang akrab disapa Abu, Minggu (17/05/2020).

Kata dia, lonjakan penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti cukup tinggi. Data bulan April ada 75 kasus tanpa kematian, sedangkan per tanggal 13 Mei ada 108 kasus. “Penderita DBD didominasi oleh pasien berumur 2-5 tahun,” kata pria yang juga menjabat Kepala Dinas Sosial Situbondo.

Dinas Kesehatan Situbondo, telah melakukan foging terhadap daerah yang telah memiliki pasien DBD. Tujuannya untuk membunuh nyamuk berbahaya itu. “Puskesmas yang ada di setiap kecamatan juga mengajak masyarakat untuk melakukan Gerakan Situbondo Bebas Jentik,” terangnya.

Abu meminta kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan di lingkungan sekitar. Dengan cara melakukan 3 M plus. Sebab, cara itu dipercaya bisa mengusir sarang nyamuk mematikan itu. “Yakni Menutup, Menguras, dan Mengubur tempat-tempat yang berpotensi menjadi genangan air,” pungkasnya. (dra/usy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *