BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo berencana memulai tahapan pilkada lanjutan pada 15 Juni 2020. Tahapan dilanjutkan setelah hampir TIGA bulan tertunda akibat pandemi Covid-19.
Kendati seperti itu, Marwoto, Ketua KPU Situbondo menjelaskan, semua tahapan lanjutan akan dilakukan dengan protokol kesehatan secara ketat. Sebab, dia sangat mementingkan kesehatan. “Tentu ada sejumlah anggaran tambahan yang akan diajukan untuk melaksanakan tahapan itu,” kata Marwoto, Senin (08/06/2020).
Dia memaparkan, anggaran Pilkada sesuai Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebesar Rp 32 miliar. Sudah dicairkan Rp12,7 miliar. “Kita akan minta tambahan protokol Covid-19 setiap tahapan. Total Rp 7,2 miliar,” kata Marwoto.
Bahkan, untuk mengantisipasi pembengkakan anggaran protokol Covid-19, KPU Situbondo akan memanfaatkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 Kabupaten Situbondo untuk melakukan rapid test. “Kami mengajukan rapid test massal kepada seluruh anggota PPK dan PPS,” imbuhnya.
Kata Marwoto, seluruh komisioner dan staf KPU Situbondo telah dilakukan rapid test. Hasilnya, dari 25 orang menunjukkan non-reaktif. “Tenaga KPU harus dipastikan sehat. Agar publik tidak khawatir,” tutupnya. (dra/usy)
Semua kegiatan akan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. “Kita ajukan tambahan protokol Covid-19 setiap tahapan. Jumlahnya 7,2 miliar,” kata Marwoto, Ketua KPU Situbondo, Senin (08/06/2020). Diketahui, Anggaran Pilkada sesuai Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebesar Rp 32 miliar dan sudah dicairkan Rp12,7 miliar. (dra/usy)








