BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Sebanyak 250 santri dari Pulau Madura akhirnya bisa kembali ke pondoknya masing masing. Namun, untuk kepentingan ini mereka harus berjuang dengan menyewa satu Kapal Motor Penumpang (KMP) yang berasal dari Pulau Kangean, Madura ke Pelabuhan Jangkar.
Hamim, salah satu santri menjelaskan, dirinya kembali ke pondok pesantren sebenarnya telah terlambat. Sebab, seharusnya mereka dijadwalkan kembali ke pesantren minggu lalu.”Sebenarnya kembali ke pondok pada tanggal 15 Juni lalu. Tapi karena kendala transportasi jadi baru bisa kembali sekarang,” kata Hamim ketika tiba di Pelabuhan Jangkar, Rabu (24/06/2020).
Dia mengungkapkan baru bisa kembali ke pesantren, setelah berkoordinasi dengan para santri lainnya untuk bersama-sama menysewa KMP Dharma Bahari Sumekar 1. Mereka juga tetap harus mematuhi protokol kesehatan saat kembali ke pesantren.
Suasana kembali ke pondok pesantren tahun ini benar benar berbeda dari tahun sebelumnya. Selain panjangnya waktu libur, Hamim juga harus menerapkan protokol kesehatan di dalam kehidupannya sehari-hari. “Harus pakai masker, jaga jarak, dilarang berada di tempat keramaian. Berbeda dari tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Kapolsek Jangkar, AKP Sadali menjelaskan, KMP Dharma Bahari Sumekar 1 yang membawa 250 santri bersandar di Pelabuhan Jangkar sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka adalah para santri dari Ponpes Wali Songo dan Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. “Berjalan dengan lancar, tanpa ada kendala,” imbuhnya.
AKP Sadali menambahkan, ratusan santri dari Pulau Kangean itu sebelum naik ke kapal telah dilakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk dilakukan rapid test dan dinyatakan sehat. “Semua sudah dinyatakan sehat. Kami petugas kepolisian hanya melakukan penjagaan keamanan saja,” pungkasnya. (dra/usy)








