Alasan Masjid Jangkar Tidak Ditutup…..

BUMIAKTUAL,SITUBONDO – MWC NU Jangkar melakukan pertemuan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Situbondo, Selasa (07/07/2020). Hasilnya, mereka sama-sama tidak menyetujui untuk menutup tempat ibadah di Jangkar.

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto menjelaskan, meski ada 21 orang warga Jangkar yang terkonfirmasi Virus Korona, masjid di wilayah tersebut belum ditutup. Sebab, masjid dapat digunakan untuk kegiatan sosialisasi. “Tapi tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat di masjid,” kata Bupati Dadang.

Bupati dua periode itu menjelaskan, masjid bisa digunakan untuk ajang sosialisasi. Sebab, masyarakat sangat mempercayai perkataan para tokoh. “Masjid akan dijadikan corong sosialisasi kepada masyarakat. Seperti penggunaan masker, jaga jarak dan yang lainnya berkaitan dengan penanganan Covid,” imbuhnya.

Sementara itu, ketua MWC NU Jangkar, Zainuri mengapreasiasai GTTP Covid Kabupaten Situbondo. Karena tindakan yang dipilih sudah sesuai harapan. Tapi dirinya masih menyangkan adanya salah satu oknum ASN yang berusaha ingin menutup masjid besar di wilayah Jangkar. “Kalau tempat ibadah di tutup, maka akan menjadi polemik baru,” kata salah satu tokoh di wilayah Jangkar.

Bagi dia, tidak ada alasan bagi GTTP Covid 19 Kabupaten Situbondo untuk menutup masjid di Jangkar. Karena, menurut Zainuri tidak terbukti secara medis dan hukum untuk menyatakan masjid Baitul Muttaqin sebagai klauster penyebaran Virus Korona. “Tidak ada alasan, itu sudah jelas,” pungkasnya. (dra/usy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *