BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Dalam sehari, dua rumah di Situbondo terbakar, Senin (27/07/2020). Semua kejadian diakibatkan karena keteledoran pemilik rumah. Kebakaran di Kecamatan Jangkar diakibatkan pemilik rumah membakar sampah kering, kemudian merembet ke rumahnya. Sedangkan di Kecamatan Jatibanteng, tuan rumah lupa mematikan masakan di dapur. Kedua rumah sama-sama mengalami rusak total.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono menjelaskan, kejadian terbakarnya rumah menimpa Busairi (50) warga Dusun Banuaju RT/RW 03/04, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Jangkar. Api kali pertama diketahui oleh pemilik rumah sekitar pukul 09.30 Wib. “Sumber api dari pembakaran sampah di dekat kandang sapi. Kemudian karena angin kencang, dan merambat ke rumah miliknya,” kata pria yang akrab disapa Ipong itu.
Bangunan terbuat dari kayu membuat si jago merah semakin mengganas. Musholla dan kandang sapi juga ikut dilalap si jago merah. Semua bangunan seketika berubah menjadi arang. “Api baru padam sekitar pukul 11.00 Wib. Setelah dua unit pemadam datang kelokasi kejadian. Kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta,” jelasnya.
Sementara itu, kebakaran juga menimpa rumah Sunarji (51) warga Kampung Setimbo RT/RW 02/03, Desa/Kecamatan Jatibanteng. Api kali pertama diketahui oleh ponakan pemilik rumah sekitar pukul 16.30 Wib. “Diketahui, sumber api berawal dari pemilik rumah yang lupa mematikan kompor gas saat memasak di dapur,” kata Ipong.
Dalam insiden itu, warga sekitar bergotong royong memadamkan api dengan alat seadanya. Abd. Rasyid warga setempat berniat untuk memindahkan seng untuk mempermudah pemadaman. Tapi naas, dia mengalami luka di bagian tangannya saat sedang memindahkan benda logam itu. “Api berhasil padam ketika satu unit pemadam kebakaran tiba dilokasi kejadian,” jelas Ipong.
Ia meminta kepada masyarakat untuk terus waspada dengan api. Sebab, ketika masyarakat lengah, maka kejadian terbakarnya rumah bisa saja terjadi. “Lebih waspada jika menghidupkan api, agar kejadian tidak terulang lagi,” pungkas Ipong. (dra/usy)












