BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Seorang balita di Pareyaan Utara, Desa Sumber Kolak, Kecamatan Panarukan, terlahir tanpa memiliki anus. Keluarga mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan tersebut. Mereka berharap ada seorang dermawan yang bisa membantunya untuk biaya operasi.
Balita berumur lima bulan itu diketahui bernama Ahmad Iksan. Merupakan anak dari pasangan Ika Yuli Asma Kartika Sari dengan Kadar Yono. Tak disangka, anak tak berdosa itu ditakdirkan tidak memiliki pembuangan air besar. “Biasanya bulan depan ini harus sudah operasi. Tapi, sampai sekarang kita belum memiliki biaya,” kata Yuli, Ibu bayi tersebut.
Bayi mungil itu sering menagis, terlebih saat di tengah malam. Sang ibu menduga, karena bayi merasa kesakitan pada benjolan usunya, paska operasi. “Jadi ini operasi pertama, usus besarnya di keluarkan ke depan. Agar bisa buang air besar,” beber Yuli saat dikunjungi ke rumahnya.
Setelah mandi, biasanya usus yang menonjol keluar di area perut itu sering kali dibersihkan dengan bedak medis. Setelah itu, diberi pembalut yang telah dimodifikasi, agar ketika ada kotoran cepat menyerap. “Cara ini saya dapat dari lihat Youtube. Kalau beli yang saran medis ada. Tapi harganya Rp 85 ribu satu lembar. Mahal,” jelasnya sambil tersenyum malu.
Meski biaya operasi bisa dibantu dengan biaya BPJS Kesehatan, tapi keluarga tidak mampu itu menolaknya. Sebab, akan ada beban berkelanjutan untuk membayar angsuran BPJS. Apalagi harganya terus naik. “Suami saya bekerja sebagai buruh bangunan. Makan saja pas-pasan. Tidak mampu jika harus membayar angsuran,” jelas wanita 30 tahun itu.
Saat ini mereka tinggal di rumah Fatimah, yang tak lain adalah ibu mertua dari Yuli. Sebab, rumah suaminya telah dijual untuk kebutuhan sehari-hari. “Dijual, karena milik warisan keluarganya,” jelas Fatimah dengan singkat. (dra/usy)










