Rejeki Pemulung Situbondo Saat Ada Demo di DPRD

BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Aksi demonstrasi menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) yang dilakukan mahasiswa di Situbondo, Jumat (09/10/2020) memiliki imbas positif bagi pemulung. Pasalnya, ratusan demonstran meninggalkan setumpuk gelas botol plastik di depan gedung DPRD Situbondo.

Salah satu pemulung yang ketiban rejeki adalah Julianto. Pria yang beralamat di Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo itu mengaku mendapat empat karung plastik kemasan air meneral dan kardus dalam waktu kurang dari sepuluh menit. “Padahal kalau cari keliling lebih satu jam untuk mendapatkan satu kardus botol bekas ini,” jelasnya sambil menata botolnya di trotoar Jalan Kenanga.

Pria berusia 44 tahun itu mengaku ada perbedaan antara gelas plastik, botol plastik dan kardus. Julianto mengaku, harga botol plastik yang paling mahal har per satuan kilogram (Kg) nya, yaitu Rp 1.700. Sedangkan gelas plastik berada di harga Rp 1.300 per Kg. “Kalau kardus Rp 1.000 per Kg,” jelasnya.

Dari hasil pendapatkannya dalam aksi demo itu, diperkirakan empat Kg plastik dan tiga Kg kardus. Nantinya, terlebih dahulu akan ditimbun di rumahnya. “Dengan istri saya nanti dipilah sesuai kategori. Kalau sudah banyak, nanti dijual untuk kebutuhan sehari-hari. Biasanya dua minggu sekali. Hasilnya tergantung, mulai Rp 90 – 150 ribu,” beber Julianto.

Sebelum menjadi pemulung, Julianto sempat menjadi buruh bangunan. Tapi sejak penyakit struk menimpa dirinya. Ia langsung berhenti dari pekerjaan berat itu. “Tahun 2018 terkena penyakit struk. Daripada ngemis, mending bekerja seperti ini, yang penting halal,” ucapnya sesambil bergegas pergi dengan sepeda roda duanya.

Informasi yang diterima bumiaktual.com, gedung DPRD Situbondo telah digeruduk oleh mahasiswa sejak dua hari berturut-turut. Tuntutannya sama, menolak UU Omnibus Law Ciptaker. Sebab, mereka menilai dapat merugikan organisasi buruh. (dra/usy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *