BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Sejumlah warga di lingkungan Rumah Sakit Mitra Sehat (RSMS), RT/RW 02/11 Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji meluruk kantor Dinas Kesehatan, Selasa (13/10/2020). Mereka kembali mengadukan permasalahan tentang keberadaan RS swasta itu yang dibangun kian masuk ke pemukiman warga. Sehingga warga merasa terganggu.
Lutfi, Juru Bicara Warga mengaku, polusi suara terus menghantui warga perumahan kaplingan Desa Curah Jeru itu, seperti bongkar muat tabung gas oksigen, teriakan pasein membuat suara tak nyaman. “Itu ssangat mengganggu ketenangan dan mengancam kesehatan warga sekitar,” jelasnya setelah berdialog dengan Dinas Kesehatan.
Kata dia, area rumah sakit Mitra Sehat juga semakin luas. Lokasinya berdekatan dengan kawasan padat penduduk menjadi penyebab utama warga bergerak. “Kalau luasan tetap ini tidak apa-apa, tapi ini luasannya berubah,” jelasnya.
Dalam beberapa tahun belakangan ini, pemilik Mitra Sehat membeli tanah kapling perumahan untuk perluasan RSMS. Lutfi bersama warga menuntut agar RSMS melakukan relokasi ke tempat lain. “Secara operasional kepada lingkungan kurang baik,” tutup Lutfi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Akhmad Yulianto menjelaskan, perijinan operasional RSMS dari Dinas Kesehatan Situbondo telah habis. Namun, di tengah pandemi Covid 19 seperti ini, Kementerian Kesehatan secara otomatis memperpanjang perijinan di seluruh fasilitas kesehatan. “Diberi kewenangan oleh Permenkes maksimal setahun ke depan,” bebernya.
Setelah pandemi Covid 19 berakhir, pihak RSMS harus mengurus perijinan ulang. Dengan syarat wajib memenuhi kriteria tertentu. “Ijin pembangunan pendiriannya telah terpenuhi diawal,” jelas pria yang akrab disapa Yuli itu.
Yuli mengaku, Dinas kesehatan telah melakukan monitoring kepada fasilitas kesehatan di Kota Santri secara berkala, salah satunya RSMS. Sesuai kewenangannya hanya melakukan pembinaan. “Perijinan macam-macam, tapi perijinan operasionalnya di Dinas Kesehatan,” tutupnya. (dra/usy)








