BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Kabupaten Situbondo masuk dalam ketegori wilayah yang mengalami kemarau basah. Hal itu terjadi karena suhu permukaan laut pada bagian barat dan timur Pasifik lebih tinggi daripada biasanya. Sehingga mendorong pembentukan awan berlebihan dan menyebabkan curah hujan tinggi pada daerah yang terdampak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Situbondo, Gatot Trikorawan menjelaskan, kejadian seperti ini biasanya dinamakan La Nina. Tercatat ada 18 kota/kabupaten yang terdampak di Provinsi Jawa Timur. “Ini yang disebut dengan kemarau basah,” jelasnya kepada bumiaktual.com, Senin (12/10/2020).
Kejadian kemarau dengan kecenderungan hujan ini tidak hanya datang terjadi pada tahun 2020 ini, Gatot juga menyebutkan pada tahun 2019 silam, Kota Santri juga mengalami kejadian serupa. “Jika turun hujan biasanya hanya berdurasi pendek,” bebernya.
Tapi, tak sedikit di beberapa daerah yang mengalami kemarau basah juga turun hujan dengan durasi yang cukup panjang. Gatot juga menghimbau kepada masyarakat karena saat hujan bisa saja disertai dengan angin kencang. “Angin kencang tergantung konsidi wilayah,” imbuhnya.
Diketahui sebelumnya, beberapa hujan turun di sejumlah wilayah di Kota Santri pada Sabtu (10/10/2020). Wilayah yang terdampak hujan di antaranya di beberapa titik kecamatan Situbondo, Panji, Arjasa, Sumbermalang, Jatibanteng, dan sejumlah lokasi lainnya. (dra/usy)












