BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto menargetkan jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit (Rs) rujukan tidak melebihi 75 persen dari jumlah kamar yang disediakan. Sebab, jika melebihi, maka nilai penanganan covid 19 di Kota Santri akan turun.
Informasi yang diterima Bumiaktual.com, rumah sakit rujukan Covid-19 di Situbondo ada dua. Yaitu RS Abdoer Rahem Situbondo dengan kapasitas 16 kamar, dan RS Elisabeth delapan kamar. Kamar tersebut memang khusus untuk pasien berstatus positif Virus Korona.
Dari 24 kamar khusus COVID 19, masih terisi sebelas kamar, Rabu (14/10/2020). Dadang Wigiarto berusaha jumlahnya tidak melebihi 75 persen. Kalau lebih dari 75 persen, angka penanganan covid Situbondo bisa di cap buruk. “Jika mendekati jumlah overload akan ada penambahan kamar,” jelas Bupati Dadang.
Ia mengaku, pada saat awal pandemi, jumlah pasien yang dirawat pernah melebihi 75 persen dari jumlah kamar. Sebab, pada saat itu, pasien positif covid 19 otomatis masuk rumah sakit rujukan. “Ternyata cara seperti itu tidak bisa menyembuhkan. Malah tambah memperparah,” jelasnya.
Oleh karena itu, pasien terkonfirmasi yang tidak memiliki gejala akan dilakukan isolasi mandiri atau ditempatkan di gedung observasi, Pasir Putih. Tujuannya, agar daya imun mereka naik. “Kita tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan perawatan pasien Covid-19,” jelasnya.
Oleh karenanya, Bupati Dadang akan menambah kamar pasien terkonfirmasi Covid-19 di RS rujukan, jika memang dirasa melebihi kapasitas 75 persen. Tujuannya, agar tetap memperoleh nilai baik untuk penanganan Covid-19. “Mempercepat perawatan pasien juga akan dilakukan pasien,” tutup Dadang. (dra/usy)








