BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Di masa pandemi covid 19, jumlah kehamilan di Kota Santri tidak disengaja meningkat. Pemkab Situbondo pun terus melakukan pengendalian jumlah penduduk. Tahun ini, sebanyak 250 alat kontrasepsi penunda kehamilan berupa implan disediakan untuk masyarakat miskin.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Situbondo, Imam Gazali menjelaskan secara nasional kehamilan meningkat di masa pandemi Covid 19. Tapi untuk di Kabupaten Situbondo masih dalam batas wajar. “Pada umumnya tidak menyangka akan hamil,” jelas pria yang akrab disapa Imam, Selasa (03/11/2020).
Ia menambahkan, salah satu faktor meningkatnya angka kehamilan adalah tidak beroperasinya pemasangan implan dari DPPKB selama tiga bulan terakhir. “Saat ini telah mulai beroperasi lagi. Ada 250 untuk warga Situbondo,” imbuh Imam.
Nantinya, akan ada sepuluh kegiatan di beberapa kecamatan. Setiap kegiatan, akan ada pemasangan untuk 25 akseptor. “Kita ambilkan dari warga yang sangat membutuhkan terlebih dahulu,” jelas Imam.
Kata dia, selain kategori miskin, pemasangan penundaan kehamilan di prioritaskan kepada warga yang telah memiliki anak. Sehingga bisa mempunyai jeda untuk anak selanjutnya. “Sehingga diharapkan bisa menata ekonomi,” imbuh pria kacamata itu.
Imam juga menyarankan, umur batas maksimal untuk melahirkan tidak melebihi 30 tahun. Karena rawan kematian ibu dan bayi. “Juga rawan kesehatan bayi,” tutupnya. (dra/usy)














