BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Mangga Garifta asal Desa Sopet, Kecamatan Jangkar laris manis di pasar luar negeri di masa pandemi Covid 19. Petani mengaku bisa meraup untung lebih besar dari hasil penjualan mangga merah itu.
Darsono, petani mangga garifta menjelaskan, peminat dari buah varietas baru ini adalah Malaysia, Thailand, hingga Timur Tengah. Harganya juga memuaskan petani. Mencapai Rp 25 ribu perkilogramnya. “Alhamdulillah penjualannya lancar,” jelasnya kepada bumiaktual.com, Selasa (03/11/2020).
Ia juga menambahkan, sekali pengiriman ekspor minimal satu ton. Sedangkan lahan seluas 1,5 hektare masih merasa kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri. “Sekitar ada 1.500 pohon,” imbuh Darsono.
Bukan tanpa alasan buah mangga yang berwarna merah itu sangat disukai oleh penduduk luar negeri. Itu terjadi karena rasanya yang didominasi segar. “Kalau dijual di lokal tidak laku, karena rasanya kecut. Tapi kalau di luar negeri laris manis,” beber Darsono.
Calon Bupati Situbondo nomor urut 2, Ir Yoyok Mulyadi meninjau lokasi kebun mangga garifta. Ia menyampaikan bahwa ini sebagai bentuk perhatian nyata dari pemerintah kepada masyarakatnya. “Enam tahun lalu, tanah ini gersang. Setelah diberi bantuan bibit variasi jenis mangga baru, sekarang menjadi mangga kebanggan kita semua,” beber pria yang akrab disapa Jhi Yoyok itu.
Mantan wakil bupati Situbondo itu juga merasakan mangga garifta langsung di kebunnya. Kata Jhi Yoyok, mangga itu memiliki rasa yang unik. “Rasanya segar, banyak seratnya,” tutupnya. (dra/usy)








