BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo telah memiliki alat pendeteksi pengukur gempa. Alat canggih itu bisa mengukur kerusakan gempa sejauh radius 1.000 kilometer.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Situbondo Gatot Trikorawan menjelaskan, alat itu didapat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat. Penempatannya sengaja diletakkan di kantor BPBD Situbondo agar mudah dilakukukan pemeliharaan. “Harganya tidak tahu, karena ini pemberian dari BMKG. Alat ini harganya mahal,” jelasnya, Kamis (05/11/2020).
Alat pendeteksi ini nantinya akan dipergunakan jika ada bencana alam seperti gempa atau pergerakan tanah. Terutama, kerusakan gempa yang terjadi di sekitar Kota Santri akan secara otomatis dikirim ke BMKG pusat. “Langsung akan dikirim ke BMKG pusat, dan hasil laporan bisa diterima oleh BPBD daerah dengan akurat,”imbuh Gatot.
Pria yang akrab disapa Gatot itu menjelaskan, alat ini bernama akselograf. Dijelaskan, alat canggih ini bisa mengukur kerusakan gempa hingga kabupaten tetangga. “Sebelumnya kita pernah dapat bantuan di dua lokasi, tapi rusak,” bebernya.
Diperoleh keterangan, alat pendeteksi gempa ditempatkan didaerah terpencil. Letaknya di Desa Taman dan Kalirejo, Kecamatan Sumbermalang. Karena jarang dilakukan pengecekan, sehingga alat itu, tak lagi berfungsi. “Semoga ditempatkan di kantor BPBD Situbondo bisa berguna dengan maksimal dan mudah perawatannya,” tutup Gatot. (dra/usy)








