38 Pasien Covid 19 Meninggal di RSAR Situbondo

BUMIAKTUAL, SITUBONDO –  Tercatat ada lebih 470 orang terkonfirmasi Covid 19 yang dirawat di Rumah Sakit Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo. Tapi sayang, 38 orang meninggal dunia. Selain Virus Korona mereka didominasi meninggal dunia karena penyakit penyerta.

Direktur RSAR Situbondo, dr Toni Wahyudi menjelaskan, saat ini rumah sakit rujukan Covid 19 milik negara di Situbondo hanyalah RSUD. Sudah ada lebih 470 orang yang bertatus covid 19 dirawat. Mulai dari yang suspect, probable, hingga terkonfirmasi. Data itu mengacu pada Bulan Maret hingga Oktober. “Yang diduga covid 19, yang belum di swab, yang positif, semua ada di ruangan khusus,” jelasnya, Jumat (06/11/2020).

Sedangkan jumlah kematiannya mencapai 38 pasien. Sebagian besar, semua telah memiliki gejala penyakit di paru-paru. Semuanya juga menggunakan ventilator dan bantuan pernafasan. “Sudah ada komorbidnya,” jelas dr Toni.

Jumlah kematian pasein terkonfirmasi di RS plat merah itu, terbanyak pada bulan September, mencapai 17 kasus. Disusul bulan Oktober 12 kasus. “Untuk bulan Oktober yang termuda usia 41, dan tertua 86 tahun,” bebernya.

Saat ini, jumlah kamar khusus untuk merawat pasein terkonfirmasi covid 19 tersedia 28 tempat. Tapi, hingga sampai saat ini masih ada penambahan bed. “Masih ada penambahan untuk tempat isolasi. Untuk ventilator dan alat bantu pernafasan masih tercukupi,” tutup Direktur RSAR Situbondo.

Diketahui, ada dua RS rujukan covid 19 di Situbondo, yaitu RSAR Situbondo dan RS Elisabeth milik swasta. Keduanya sama-sama merawat pasien covid 19.

Sedangkan jumlah data global di Situbondo, ada 746 kasus terkonfirmasi covid 19. Rinciannya 67 pasien menjalani perawatan, 26 di rumah sakit, 40 isolasi mandiri, dan seorang lagi di gedung observasi. Jumlah meninggal dunia 65 kasus. Sedangkan sembuh 614 kasus. (dra/usy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *