BUMIALTUAL, SITUBONDO – Kabupaten Situbondo kembali naik ke status orange, atau resiko sedang covid 19. Itu bisa terjadi, salah satunya karena jumlah kematian meningkat dan jumlah pasien terkonfirmasi yang dirawat melebihi 80 persen dari ketersediaan kamar.
Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto langsung memanggil seluruh direktur Rumah Sakit (RS) rujukan covid 19 dan seluruh kepala puskesmas. Tujuannya, untuk bisa menekan angka kematian pasien terkonfirmasi virus korona. “Komponen yang dinilai itu adalah jumlah kematian dan tingkat kesembuhan,” jelas Bupati dua periode itu, Jumat (06/11/2020).
Selain itu, jumlah pasien terkonfirmasi tidak boleh melebihi 80 persen dari jumlah kamar yang tersedia di RS rujukan covid 19. Jika itu terjadi, maka nilai di kabupaten akan jeblok. “Untuk alternatif, kita telah menyediakan tempat observasi di pasir putih,” jelasnya.
Dadang meminta, dokter penanggung jawab dari RS Abdoer Rahem dan RS Elisabeth harus bisa melihat tingkat perkembangan. Jika dirasa sudah tidak memiliki gejala, maka bisa direkomendasikan untuk dilakukan karantina di Pasir Putih. “Cara lainnya, kita juga harus menjaring (swab) masyarakat sebanyak-banyaknya, agar mortaliti rate kita turun,” jelasnya.
Itu akan berdampak kepada jumlah pasien covid 19 di Kota Santri akan naik dalam waktu dekat ini. Sebab, pemerintah akan melakukan tes swab massal kepada masyarakat. “Kemunculan angka covid 19 akan tinggi itu akan menjadi konsekwensi. Tapi zonasi (Situbondo) akan menjadi baik,” beber Dadang.
Data yang diterima bumiaktual.com, ada 746 kasus terkonfirmasi covid 19 di Situbondo per tanggal 6 November. Sebanyak 67 pasien menjalani perawatan, diantaranya, 26 di rumah sakit, 40 isolasi mandiri, dan seorang lagi di gedung observasi. Jumlah meninggal dunia 65 kasus. Sedangkan sembuh 614 kasus. (dra/usy)








