BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo menginginkan penilaian akhir semester (PAS) untuk sekolah tingkatan SMP dilakukan tatap muka. Tapi, sampai saat ini masih menunggu hasil rekomendasi dari satgas covid.
Kepala Dispendikbud Situbondo, Ahmad Junaidi mengatakan, rekom untuk melakukan tatap muka bagi siswa masih belum juga turun. Padahal, PAS akan digelar pada akhir November ini. “Semua sekolah dan Dispendikbud menginginkan tatap muka,” beber Junaidi, Minggu (08/11/2020).
Ia berharap, satgas Covid 19 memberikan izin untuk melakukan tatap muka. Sebab, jika ujian dilakukan menggunakan daring, tingkat obyetikfitas nilai berkurang. “Kalau ujian online pemantauan kurang maksimal. Ada kecenderungan untuk melakukan kecurangan saat pengerjaan soal nanti,” imbuh Junaidi.
Untuk memaksimalkan protokol kesehatan, Dispendikbud telah menyiapkan beberapa langkah, salah satunya dengan menerapkan sistem gelombang. Tujuannya, untuk menghindari kerumunan siswa. Setiap gelombang, nantinya siswa akan diberikan waktu 120 menit untuk dua mata pelajaran. “Sama juga dengan gelombang kedua dan ketiga,” beber Junaidi.
Meski rekomendasi satgas belum turun, Dispendikbud mulai menyusun soal sepuluh mata pelajaran. Sudah terkumpul 55 guru dari seluruh SMP Swasta dan Negeri di Kota Santri. “Ujiannya ada sebelas (mapel), tapi untuk bahasa madura dibuat oleh setiap sekolah masing-masing,” tutup Junaidi. (dra/usy)








