BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Polisi menyebut tewasnya nenek bernama Muyiati, warga Dusun Pareyaan RT/RW 01/04, Desa Semberkolak, Kecamatan Panarukan diakibatkan karena pikun. Sehingga, korban berhari hari tidak pulang ke rumahnya. Puncaknya, ditemukan meninggal di saluran irigasi.
Kapolsek Panarukan, Iptu Efendi Nawawi menjelaskan, tak ada saksi yang melihat bagaimana korban yang sudah berusia 70 tahun itu bisa meninggal di saluran irigasi. Keluarga korban hanya mengatakan, jika Muyiati sering lupa ingatan. Sebelum kejadian, korban diduga tak bisa pulang ke rumahnya sendiri karena lupa. Kemungkinan korban tersesat selama empat hari. “Iya karena pikun,” jelas Kapolsek Efendi, Minggu (08/11/2020).
Jenazah Muyiati kali pertama ditemukan oleh warga sekitar di saluran irigasi tak jauh dari rumah korban, Sabtu (07/11). Petugas segera melakukan evaluasi ke RS Abdoer Rahem Situbondo. Tak lama kemudian, ada pihak keluarga yang datang ke kamar mayat untuk melihat korban. “Setelah dilihat (keluarga korban), ternyata benar. Pihak keluarga korban juga menerima jika kejadian ini merupakan musibah murni,” jelas Kapolsek Panarukan.
Untuk memastikan agar tidak ada penuntutan di lain waktu, keluarga membuat surat pernyataan bahwa meerima kejadian ini sebagai bentuk musibah. Lengkap dengan materai dan tanda-tangan keluarga korban.
Agar kejadian serupa tak terulang, Iptu Efendi menghimbau kepada masyarakat yang memiliki keluarga sudah berusia lansia, agar selalu menjaga keberadaan korban. Usahakan tidak pergi jauh dari rumah seorang diri. (dra/usy)














