BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Situbonto memiliki dua rumah sakit rujukan Covid 19. Yaitu RS Abdoer Rahem Situbondo dan RS Elisabeth. Kedua rumah sakit itu dipercaya mampu untuk merawat pasien covid 19. Sedangkan RS Asembagus dan RS Besuki tetap melayani pasien non covid 19.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, Ahmad Yuianto menjelaskan untuk sementara ini, pemkab Situbondo tidak akan menambah rumah sakit rujukan di Asembagus dan Besuki. Alasannya, masih banyak pasien yang harus dirawat dengan penyakit non covid 19. “Kasihan masyarakat kalau dijadikan rumah sakit untuk Covid-19 semua,” jelas pria yang arab disapa Yuli itu, Minggu (27/12/2020).
Pasien covid 19 di Situbondo, per tanggal 27 Desember sudah mencapai 1631 pasien. Tapi tidak semuanya masuk rumah sakit rujukan. Terdapat 22 pasien yang menjalani perawatan di RS rujukan. “Kebanyakan isolasi mandiri dan berada di gedung observasi (pasir putih),” imbuh Yuli.
Yuli menerangkan, kamar untuk pasien covid 19 telah tercukupi. Totalnya mencapai 67 bed. Semua itu tersedia di RS Abdoer Rahem Situbondo dan RS Elizabeth. “Rinciannya, 35 kamar di RSAR Situbondo, dan 32 di RS Elizabeth,” ucapnya.
Informasi yang diterima, khusus RS Elizabet, semua kamar otomatis dijakadikan kamar khusus pasien covid 19. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya over load dikemudian hari. “Saya tidak berharap rumah sakit ini penuh. Hanya saja kami mengantisipasi saja,” pungkas Yuli. (dra/usy)










