BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Dana pemulasaran covid 19 di Situbondo habis sejak akhir tahun 2020 silam. Hingga kini, kedua tim pemulasaran untuk pasien covid 19 di dua Rumah Sakit (RS) rujukan covid 19 belum terbayarkan.
Priyo Andoko, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo menjelaskan, anggaran itu tidak mencukupi hingga akhir 2020. Dikarenakan, jumlah pasien covid 19 di luar perkiraannya. “Saya menganggarkan kematian pasein covid 19 sedikit, ternyata melonjak seperti ini,” bebernya Senin (18/01/2021).
Prio menceritakan, ada anggaran utuk pemularasan pasien covid 19 sebesar Rp 50 juta pada akhir tahun. Tapi, uang itu telah habis untuk pembayaran bulan November. “Bagaimanapun masih kita usahakan, agar mereka tetap memperoleh haknya,” imbuhnya.
Diperoleh informasi, ada dua tim pemulasaran untuk pasien covid 19. Yaitu di RS Abdoer Rahem Situbondo dan RS Elisabeth. Dalam sekali pemakaman, biasanya mereka dibayar Rp 2,5 juta. Nantinya uang itu dibagi. “Biasanya dalam satu tim ada delapan orang,” kata Prio.
Data yang diterima bumiaktual.com, pasien covid 19 di Situbondo pertanggal 18 Januari mencapai 1.957 kasus. 1.703 di antaranya telah dinyatakan sembuh. 109 sedang menjalani perawatan dan 145 orang meninggal dunia. (dra/usy)








