BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Hanya 30 Desa dari 132 yang menyelesaikan APBDes tahun 2021, Selasa (16/01/2021). Tentunya, keterlambatan ini akan mengganggu kegiatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro dan penanganan covid 19 lainnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau DPMD Lutfi Joko Prihatin menyampaikan, APBDes berperan penting dengan kegiatan di desa. Terutama untuk menyelesaikan permasalahan wabah Covid 19. Meskipun tidak semua dana itu akan masuk di penanganan Virus Korona. “Dari 132 Desa hanya ada 30 yang selesai dan segera dicairkan,” bebernya.
Dalam beberapa hari ke depan, DPMD akan melakukan tugas lembur. Tujuannya untuk melakukan evaluasi APBDes. “Kita tunggu 24 jam,” jelas Lutfi.
Selain itu, dirinya juga menekankan kepada camat di 17 wilayah di Kota Santri untuk terus mendorong pemerintahan desa. Agar segera menyelesaikan APBDes. Sehingga, penanganan Covid 19 tidak terganggu. “Harus selesai sebab menyangkut PPKM dan pembentukan posko posko di desa,” jelasnya setelah melakukan vidcon dengan seluruh perangkat camat dan kepala desa se-Situbondo.
Kata Lutfi, kendala yang dialami sehingga mengalami keterlambatan ialah, adanya penjabaran APBDes untuk PPKM sebesar delapan persen. Tapi, meski bagaimanapun ini harus clear. “Tidak ada jalan pintas. Semua proses harus dilalui dengan baik. Kita telah melibatkan tenaga alhi dan pendamping desa,” tutup Lutfi. (dra)










