BUMIAKTUAL, JATIBANTENG – Nasib nahas menimpa Yudi alias Pak Artimuni, warga Dusun Tegal Tengah RT 02/02, Desa Curah Suri, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo.
Laki-laki 43 Tahun itu harus menghembuskan nafas terakhir usai tersambar petir, Rabu 15 November 2023, sekitar pukul 14.30 WIB.
Kejadiaan tragis yang menimpa Yudi berawal saat dia bersama istrinya, Tija, 38 berangkat ke ladangnya untuk bekerja pukul 06.00 WIB.
Sekitar pukul 14.30 WIB turun hujan gerimis disertai petir melanda di wilayah Dusun Kerajan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.
Saat kejadian korban membetulkan atap gubuk tempat berteduh dari hujan bersama istrinya.
Nah, saat membetulkan atap gubuk itulah, tiba-tiba korban tersambar petir.
Korban pun terjatuh dengan posisi terlentang.
Melihat kejadian itu, istri korban berteriak minta tolong. Kemudian warga yang berada di sekitarnya menolong korban.
Koordinator Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Puriyono menceritakan, sekitar pukul 15.30 WIB keluarga korban bersama warga membawa korban ke rumah duka.
“Kemudian, pukul 16.05 WIB petugas Puskesmas Banyuglugur datang ke rumah korban untuk melakukan pemeriksaan medis/pemeriksaan luar, menyatakan bahwa tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan di tubuh korban. Hanya terdapat luka bakar di perut korban yang diduga bekas tersambar petir,” terangnya.
Puriyono mengungkapkan, pihak keluarga korban dengan disaksikan Kepala Desa Curahsuri, Jatibanteng membuat surat pernyataan menerima kematian korban.
Keluarga korban juga keberatan jika diotopsi. Kemudian korban di makamkan oleh pihak keluarga. (dra/usy)











