BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas kesehatan optimis dapat mencapai target 95 persen kepesertaan masyarakat Situbondo sebagai peserta di BPJS kesehatan atau disebut universal health coverage (UHC) di akhir tahun 2024.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr. Sandy Hendrayono, dia mengatakan tingkat kepesertaan masyarakat di BPJS kesehatan baik program jaminan kesehatan nasional seperti KIS maupun PBI JK telah mencapai lebih dari 87,20 persen atau sekitar 596.748 orang dari total populasi Situbondo 684.343.
“Untuk mencapai target hanya butuh 8 persen, oleh karena itu Kita optimis bisa mencapai target UHC Nasional yakni 95 persen pada bulan November atau Desember Tahun 2024, kenapa 95 persen karena 5 persennya free iuran, jadi kalau sudah mencapai 95 persen sama dengan 100 persen masyarakat di kabupaten Situbondo telah menjadi peserta BPJS kesehatan,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, dr Sandy juga mengungkapkan jika keoptimisan pemkab mencapai UHC tahun 2024 karena terdapat dana pengembalian dari DBHCHT sebesar Rp 4,4 miliar rupiah.
“Anggaran pengembalian dari DBHCHT sebesar 4,4 miliar rupiah ini dapat kita gunakan untuk mencapai UHC dengan kekurangan 8 persen tadi, oleh karena itu kita sangat optimis,” tegasnya.
Meskipun pemkab menargetkan UHC akhir tahun 2024, kata dr. Sandy Program Sehat Gratis (SEHATI) milik pemerintah kabupaten situbondo tetap menjadi program prioritas karena telah dirasakan manfaatnya oleh 44.092 warga.
“Mulai tahun 2021 hingga bulan Juni 2024 program Sehati telah digunakan oleh 44.092 masyarakat Situbondo, dan setiap tahunnya mengalami peningkatan Setiap tahun mengalami peningkatan sejak tahun 2021, peningkatannya pun signifikan pada tahun 2021 jumlah pengguna sebanyak 1907 orang, naik pada tahun 2022 menjadi 13.128 orang, kembali baik pada tahun 2023 sebanyak 17.715 orang, dan untuk tahun 2024 per Januari – Juni sebanyak 11.342 orang dan diprediksi bertambah pada akhir tahun 2024,” ungkap mantan direktur RSUD Besuki Situbondo itu.
Oleh karena itu dr Sandy menegaskan bahwa program ketercapaian UHC tidak bisa dibandingkan dengan Sehati, karena menurutnya sangat jelas perbedaan peruntukannya.
“UHC dan Sehati itu berbeda peruntukan dan targetnya, jadi jangan dibandingkan lagi karena jelas berbeda, oleh karena itu keduanya harus sama-sama berjalan sesuai dengan peruntukan dan targetnya masing-masing, sebab tidak mungkin BPJS membiayai warga Situbondo yang mengalami kecelakaan tunggal atau karena melakukan percobaan bunuh diri, nah ini yang bisa cover ya Sehati, jadi sekali lagi keduanya harus tetap berjalan bersama,” Pungkasnya. (inu/usy)








