Bangun 152 Jamban dari Anggaran DBHCHT, Pemkab Situbondo Raih Predikat ODF

BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Optimalkan program Jabanisasi atau pembangunan jamban dengan menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Situbondo resmi dideklarasikan sebagai kabupaten Open Defecation Free (ODF) di Jawa Timur oleh tim Verifikasi, hal tersebut disampaikan kepala dinas kesehatan kabupaten Situbondo, dr Sandy Hendrayono, Jumat (30/8/2024).

“Kabupaten Situbondo sudah masuk sala satu kabupaten ODF di Jawa Timur, dideklarasikan langsung oleh ketua Tim Verifikator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Provinsi Jatim, dr Ninis Herlina Kiranasari di Pendopo Aryo Situbondo, Rabu (7/8/2024) lalu,” ujar dr Sandy saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp.

Sandy menjelaskan bahwa ODF atau stop buang air besar sembarangan merupakan pilar utama dari lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Saat ini yang disurvei adalah stop buang air besar sembarangan atau ODF, oleh karena itu kami mengoptimalkan progam Jabanisasi ini menggunakan anggaran DBHCHT.

Target hingga akhir 2024 kata dr Sandy, pemerintah kabupaten situbondo akan membangun 152 jamban diĀ  26 desa yang menjadi sasaran pembangunan jamban keluarga, 23 diantaranya merupakan desa yang belum ODF. Seperti Jatisari, Ketowan, Jetis, Widoropayung, Cura Suri, Kumbang Sari, Patemon, Semambung.

Selanjutnya, Sumberanyar, Dawuhan, Bletok, Mlandingan Wetan, Alasbayur, Campoan, Sumberanyar, Rajekwesi, Bugeman, Tambak Ukir, Klampokan, Kandang, Peleyan, Wonokoyo, dan Gadingan.

Tidak hanya itu, dr. Sandy Hendrayono juga menjelaskan, total 152 jamban keluarga itu dibangun dengan anggaran Rp1,9 miliar. “152 jamban keluarga ini kami bangun di 26 desa dengan anggaran dari DBHCHT Tahun 2024,” imbuhnya.

Meskipun dideklarasikan sebagai sala satuĀ  kabupaten ODF di Jawa Timur, lanjut dr Sandy, pemerintah daerah tetap terus mengawasi dan mengoptimalkan beberapa catatan yang diberikan oleh tim verifikasi dari Jawa Timur.

“Oleh karena itu, pentingnya kita berkerja bersama baik dengan masyarakat maupun dengan semua instansi terkait untuk ikut mengawasi, jika ada lokasi yang masih ada masyarakat BAB atau Mandi di sungai segera infokan ke Puskesmas terdekat untuk kemudian bisa kami bangunkan jamban atau kamar mandi umum dilokasi tersebut,” pungkasnya. (inu/usy/pro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *